Ratusan Warga Datangi Kantor Bupati Muba, Tuntut Legalisasi Sumur Minyak Rakyat dan Penyulingan Tradisional

banner 468x60

KawanJariNews.com – MUSI BANYUASIN – Ratusan warga yang menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas sumur minyak rakyat dan penyulingan minyak tradisional menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan. Dalam aksi tersebut, masyarakat mendesak pemerintah daerah dan pemerintah pusat segera menghadirkan regulasi serta legalitas terhadap aktivitas pengeboran dan penyulingan minyak rakyat yang selama ini menjadi sumber ekonomi masyarakat setempat.

Aksi yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Muba itu diwarnai orasi, pembentangan spanduk tuntutan, serta seruan agar pemerintah tidak hanya melakukan penertiban tanpa memberikan solusi bagi masyarakat kecil.

Para peserta aksi menyampaikan bahwa aktivitas pengeboran minyak rakyat dan penyulingan tradisional telah berlangsung selama bertahun-tahun di sejumlah wilayah Kabupaten Musi Banyuasin dan menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga.

Salah satu orator dalam aksi tersebut menyampaikan bahwa masyarakat berharap negara hadir memberikan perlindungan hukum dan kepastian regulasi terhadap aktivitas ekonomi rakyat yang selama ini berjalan secara tradisional.

“Kalau ditutup, rakyat mau makan apa? Jangan hanya datang menertibkan, tapi negara harus hadir memberi legalitas dan perlindungan,” ujar salah satu orator di hadapan massa aksi.

Warga menilai selama ini masyarakat berada dalam kondisi tidak menentu akibat ancaman penertiban, persoalan hukum, hingga risiko kehilangan mata pencaharian. Di sisi lain, masyarakat mengaku belum melihat adanya langkah konkret terkait regulasi khusus yang dapat memberikan kepastian hukum terhadap aktivitas sumur minyak rakyat.

Dalam tuntutannya, massa meminta pemerintah daerah dan pemerintah pusat duduk bersama mencari formulasi kebijakan yang dapat mengakomodasi aktivitas pengeboran minyak rakyat dan penyulingan tradisional secara legal, termasuk pembinaan terkait standar keselamatan kerja dan pengelolaan lingkungan.

Baca Juga  Embung Kaduagung Dipertanyakan, Kerabat Kades: “Transparansi Bukan Buka-Bukaan Dokumen”

Situasi di depan Kantor Bupati sempat memanas ketika massa meminta pimpinan daerah turun langsung menemui demonstran. Aparat keamanan tampak berjaga di sekitar lokasi untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan menjaga situasi tetap kondusif selama aksi berlangsung.

Masyarakat menyebut sumur minyak rakyat bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan bagian penting dari kehidupan sosial dan sumber pendapatan utama warga di sejumlah wilayah Kabupaten Musi Banyuasin.

Aksi kemudian ditutup dengan penyerahan tuntutan resmi kepada pemerintah daerah. Massa menyatakan akan kembali menggelar aksi lanjutan dengan jumlah peserta lebih besar apabila tuntutan mengenai legalisasi pengeboran minyak rakyat dan penyulingan tradisional tidak segera mendapat tindak lanjut dari pemerintah.

Persoalan sumur minyak rakyat di Musi Banyuasin selama ini menjadi perhatian berbagai pihak karena berkaitan dengan aspek ekonomi masyarakat, keselamatan kerja, serta dampak lingkungan. Sejumlah kalangan mendorong adanya solusi regulasi yang mampu menyeimbangkan kepentingan masyarakat, aspek hukum, dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *