Presiden Resmikan Proyek Energi Terbarukan di 15 Provinsi, Tegaskan Komitmen Menuju Kemandirian Energi Nasional

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta, 27 Juni 2025 — Pemerintah Republik Indonesia secara resmi memulai era baru kemandirian energi nasional melalui peresmian pembangunan dan pengoperasian energi terbarukan di 15 provinsi serta peningkatan produksi minyak dari Blok Cepu. Kegiatan ini juga menandai peletakan batu pertama lima pembangkit listrik tenaga panas bumi, yang digagas untuk memperkuat bauran energi nasional.

Peresmian ini merupakan langkah strategis dalam mendorong transisi energi Indonesia ke arah yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Sebanyak 55 pembangkit energi baru dan terbarukan diluncurkan secara serentak, menjadi simbol nyata komitmen negara terhadap pengelolaan sumber daya alam yang optimal dan efisien.

Presiden Prabowo Subianto, dalam sambutannya yang disampaikan melalui konferensi video karena kendala cuaca, menyapa langsung para pejabat tinggi, mitra industri energi, dan perwakilan dari 15 provinsi yang terlibat dalam program ini. Presiden menyampaikan permohonan maaf atas ketidakhadiran fisik, namun menegaskan bahwa dukungan dan semangatnya untuk proyek ini tetap utuh.

Apresiasi khusus disampaikan kepada Kementerian ESDM, SKK Migas, Metco Energy, dan ExxonMobil, termasuk mitra asing, atas dedikasi mereka dalam mendukung pengembangan energi nasional.

Acara peresmian dilakukan secara nasional pada kamis, 26 Juni 2025, yang dipusatkan di beberapa titik proyek utama di 15 provinsi, serta di lokasi Blok Cepu sebagai simbol peningkatan produksi minyak nasional.

Presiden menekankan bahwa kemandirian energi merupakan pilar utama dalam membangun kedaulatan nasional. Bersamaan dengan itu, peningkatan produksi pangan dan target swasembada pangan dalam waktu dekat juga menjadi fokus utama, demi mewujudkan Indonesia sebagai lumbung energi dan pangan dunia.

“Proyek-proyek ini bukan hanya kebanggaan nasional, tetapi juga bukti kemajuan nyata Indonesia di tengah tantangan global,” ujar Presiden Prabowo.

Baca Juga  Liliek Prisbawono Adi Resmi Dilantik sebagai Hakim Konstitusi, Gantikan Anwar Usman

Kolaborasi lintas sektor, antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perusahaan nasional, dan mitra asing menjadi kunci utama dalam implementasi proyek ini. Seluruh pelaksanaan proyek diarahkan untuk berjalan secara efisien, transparan, dan bebas dari praktik korupsi, sebagaimana diamanatkan oleh Presiden dalam pesan penutupnya.

Beliau juga mendorong pemanfaatan tenaga surya dan sumber energi terbarukan lainnya di tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, agar seluruh wilayah Indonesia dapat mencapai swasembada energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *