kawanjarinews.com – Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Sleman melalui Bidang Komunikasi dan Informasi Publik menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Desa Wisata Pengklik, Prambanan, pada hari Rabu, 25 Juni 2025.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari usulan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kapanewon Prambanan tahun 2024 dan bertujuan untuk meningkatkan kemampuan jurnalistik warga, khususnya anggota KIM dan generasi muda, dalam memproduksi konten informasi berupa tulisan, foto, dan video.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Sleman, Mas Ajaz, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Kapanewon Prambanan, Dinas Kominfo, dan KIM dalam menyukseskan kegiatan ini.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapanewon Prambanan atas usulan kegiatan ini, serta kepada KIM yang telah aktif menjaring peserta. Dinas Kominfo akan terus mendukung kegiatan serupa yang bermanfaat untuk memperkuat peran serta masyarakat dalam diseminasi informasi,” ujar Mas Ajaz.
Bimtek ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi media, antara lain Mas Widi dari RBTV yang menyampaikan materi produksi foto dan video jurnalistik, serta Mas Ahmad Syarifudin dari Tribun Jogja yang menyampaikan materi pengantar jurnalistik dan teknik penulisan berita.
Kegiatan berlangsung interaktif, di mana peserta tidak hanya menerima materi tetapi juga melakukan praktik langsung dalam membuat berita dan konten visual. Diharapkan hasil dari pelatihan ini dapat mendorong KIM dan masyarakat Prambanan untuk lebih aktif menyampaikan informasi kegiatan desa secara profesional melalui media digital, termasuk website kalurahan dan media sosial.
KIM berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah desa dalam menyampaikan informasi ke masyarakat luas. Dengan keterampilan jurnalistik yang baik, informasi dari desa dapat disampaikan dengan lebih menarik, akurat, dan berdampak.
KIM berperan sebagai perpanjangan tangan pemerintah desa dalam menyampaikan informasi ke masyarakat luas. Dengan keterampilan jurnalistik yang baik, informasi dari desa dapat disampaikan dengan lebih menarik, akurat, dan berdampak.
Dinas Kominfo Sleman mendorong agar usulan serupa dapat terus diajukan dalam Musrenbang mendatang, sebagai bentuk kesinambungan upaya peningkatan literasi digital dan kualitas informasi publik.
Baca juga: Kasus Pembatalan Rumah Kavling, FERADI WPI Semarang Kawal Hak Warga hingga Tuntas
Baca juga: Dana Desa: Peluang dan Tantangan dalam Membangun Ekonomi Perdesaan










