13 SPBU Pertamina di Jabodetabek Hentikan Penjualan Pertalite Setelah Berubah Jadi SPBU Signature

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA — Sebanyak 13 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) di wilayah Jakarta, Depok, dan Bogor resmi menghentikan penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite sejak Mei 2024. Penghentian tersebut dilakukan setelah SPBU terkait bertransformasi menjadi SPBU Signature dengan konsep layanan premium.

Kebijakan tersebut menjadi perhatian masyarakat karena menyangkut akses pembelian BBM bersubsidi, khususnya bagi pengguna kendaraan yang selama ini mengandalkan Pertalite untuk kebutuhan sehari-hari.

Meski demikian, penghentian penjualan Pertalite di sejumlah SPBU tersebut bukan merupakan kebijakan penghapusan BBM subsidi secara nasional. Pertamina menegaskan langkah tersebut berkaitan dengan perubahan status operasional SPBU menjadi SPBU Signature yang difokuskan untuk pelayanan BBM non-subsidi.

SPBU Signature merupakan konsep pengembangan SPBU modern yang dirancang untuk memberikan layanan premium kepada konsumen. Selain menyediakan BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Dexlite, SPBU jenis ini juga dilengkapi berbagai fasilitas tambahan.

Fasilitas yang tersedia di SPBU Signature antara lain area istirahat yang lebih nyaman, minimarket modern, fasilitas pengisian angin ban, jalur transaksi cepat, hingga sistem pembayaran digital non-tunai.

Konsep tersebut dikembangkan sebagai bagian dari transformasi layanan ritel energi Pertamina guna meningkatkan kualitas pelayanan dan pengalaman konsumen di tengah perkembangan sektor energi dan mobilitas masyarakat.

Namun, perubahan status SPBU tersebut turut menimbulkan perhatian dari sebagian masyarakat, khususnya pengguna Pertalite dari kalangan pekerja harian, pengemudi ojek daring, hingga kurir logistik yang selama ini bergantung pada BBM subsidi untuk menekan biaya operasional.

Sejumlah pengguna menilai penghentian penjualan Pertalite di lokasi tertentu dapat memengaruhi kemudahan akses, terutama apabila SPBU reguler yang masih menyediakan Pertalite berada pada jarak yang lebih jauh.

Baca Juga  Indonesia Tegas Tolak Kehadiran Atlet Israel Dalam Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Di Jakarta

Selain persoalan akses, sebagian masyarakat juga mengaku khawatir penghentian penjualan Pertalite di sejumlah SPBU akan menjadi awal berkurangnya distribusi BBM subsidi di masa mendatang.

Seorang pengendara mengaku khawatir apabila Pertalite secara perlahan semakin sulit ditemukan di pasaran. Menurutnya, kondisi tersebut dapat berdampak langsung terhadap pengeluaran masyarakat kecil yang masih sangat bergantung pada BBM subsidi.

“Kalau nanti Pertalite makin sedikit atau susah dicari, masyarakat bawah pasti yang paling terasa dampaknya. Banyak orang kerja harian masih mengandalkan Pertalite karena lebih hemat,” ujar seorang pengendara saat ditemui di kawasan Jakarta.

Pengendara lain juga menyampaikan bahwa keberadaan Pertalite masih menjadi kebutuhan penting bagi pekerja lapangan yang menggunakan kendaraan setiap hari untuk mencari nafkah.

“Kalau BBM subsidi sulit ditemukan, biaya operasional otomatis naik. Untuk pengemudi ojek online, kurir, atau pekerja lapangan lain tentu sangat berpengaruh terhadap penghasilan sehari-hari,” ujar pengendara lainnya.

Meski demikian, Pertamina memastikan pasokan Pertalite tetap tersedia di ratusan SPBU reguler lainnya di wilayah Jabodetabek sesuai kuota dan ketentuan pemerintah.

Untuk mendukung kemudahan masyarakat memperoleh informasi ketersediaan BBM, Pertamina juga mengoptimalkan layanan digital melalui aplikasi MyPertamina. Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat memantau lokasi SPBU serta ketersediaan stok BBM di wilayah terdekat.

Selain itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait juga disebut terus dilakukan guna memastikan distribusi BBM bersubsidi tetap berjalan dan menjangkau wilayah-wilayah dengan aktivitas ekonomi masyarakat yang tinggi.

Transformasi SPBU menjadi SPBU Signature dinilai sebagai bagian dari strategi jangka panjang Pertamina dalam memperbarui infrastruktur pelayanan energi. Selain meningkatkan kualitas layanan, konsep tersebut juga disebut diarahkan untuk mendukung pengembangan ekosistem energi masa depan, termasuk integrasi layanan kendaraan listrik dan digitalisasi sistem transaksi.

Baca Juga  Kecelakaan Bus Wisata Semarang Di Tol Pemalang, 4 Penumpang Meninggal

Di sisi lain, pengamat menilai perubahan tersebut perlu diimbangi dengan pengawasan distribusi BBM subsidi agar akses masyarakat terhadap energi tetap merata dan tidak menimbulkan kesenjangan layanan.

Ketersediaan BBM bersubsidi dinilai masih menjadi kebutuhan penting bagi sebagian masyarakat, terutama kelompok ekonomi menengah ke bawah yang menggunakan kendaraan untuk bekerja dan menjalankan aktivitas harian.

Karena itu, evaluasi berkala terhadap dampak sosial dan ekonomi dari transformasi SPBU dinilai penting agar peningkatan kualitas layanan tetap sejalan dengan prinsip pemerataan akses energi bagi masyarakat.

Hingga saat ini, Pertamina memastikan distribusi Pertalite di SPBU reguler tetap berjalan normal dan masyarakat masih dapat memperoleh BBM subsidi sesuai ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *