Istana Tanggapi Lima Tuntutan Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi di Jakarta

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Pemerintah melalui Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Kabakom), Muhammad Qodari, memberikan tanggapan terhadap sejumlah tuntutan yang disampaikan mahasiswa dan elemen masyarakat dalam aksi demonstrasi yang berlangsung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026). Tanggapan tersebut mencakup isu pengelolaan anggaran negara, kebijakan energi, Program Makan Bergizi Gratis (MBG), reformasi ekonomi, serta partisipasi publik dalam proses pengambilan kebijakan.

Dalam keterangannya, Muhammad Qodari menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan langkah-langkah efisiensi dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, kebijakan efisiensi tersebut telah dilakukan melalui evaluasi terhadap sejumlah pos belanja dan program yang dinilai perlu penyesuaian guna meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara.

Selain itu, pemerintah juga menyampaikan penjelasan terkait tuntutan mengenai kebijakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Qodari mengatakan bahwa perubahan harga BBM non-subsidi dipengaruhi oleh perkembangan harga energi di pasar global. Pemerintah, kata dia, saat ini terus mendorong penguatan ketahanan energi nasional melalui pengembangan bahan bakar nabati dan program diversifikasi energi.

Terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pemerintah menyatakan tengah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program tersebut. Evaluasi meliputi berbagai aspek, mulai dari penerima manfaat, kesiapan sarana pendukung, standar kualitas layanan, hingga tata kelola program. Pemerintah juga disebut melakukan penyesuaian terhadap sejumlah kegiatan yang masih dalam tahap pengembangan sambil tetap menjaga keberlangsungan layanan yang telah berjalan.

Pada sektor ekonomi, pemerintah menegaskan komitmennya untuk melakukan berbagai langkah pembenahan guna memperkuat struktur ekonomi nasional. Upaya tersebut mencakup penguatan tata kelola sektor strategis, peningkatan nilai tambah industri dalam negeri, serta pengembangan kebijakan yang bertujuan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Baca Juga  Masa Geruduk Kediaman Uya Kuya, Pagar Dirusak dan Barang Hilang

Menanggapi tuntutan mengenai partisipasi publik, Qodari menyatakan bahwa pemerintah menghormati penyampaian aspirasi masyarakat sebagai bagian dari kehidupan demokrasi. Pemerintah, lanjutnya, terus membuka ruang dialog dan komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat untuk memperoleh masukan dalam proses penyusunan maupun pelaksanaan kebijakan publik.

Aksi demonstrasi yang berlangsung pada 12 Juni 2026 tersebut diikuti sejumlah mahasiswa dan elemen masyarakat yang menyampaikan aspirasi terkait berbagai isu nasional. Kegiatan berlangsung di kawasan Bundaran HI dengan pengawalan aparat keamanan.

Penyampaian tanggapan oleh pemerintah merupakan bagian dari komunikasi publik terhadap berbagai aspirasi yang berkembang di masyarakat. Pemerintah menyatakan akan terus melakukan evaluasi dan perbaikan kebijakan sesuai kebutuhan serta perkembangan kondisi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *