Mahasiswa Gelar Aksi di Jakarta, Sampaikan Tuntutan Evaluasi Kebijakan Ekonomi Pemerintah

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama elemen mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi unjuk rasa di Jakarta, Jumat (12/6/2026). Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah aspirasi terkait kondisi ekonomi nasional serta meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap beberapa kebijakan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

Aksi berlangsung di sejumlah titik di Jakarta dengan membawa berbagai tuntutan yang berkaitan dengan harga kebutuhan pokok, harga bahan bakar minyak (BBM), pengelolaan anggaran negara, hingga pelaksanaan sejumlah program pemerintah. Massa aksi menilai diperlukan evaluasi terhadap kebijakan yang dianggap memengaruhi daya beli dan kondisi ekonomi masyarakat.

Dalam orasinya, mahasiswa menyampaikan bahwa kenaikan harga BBM nonsubsidi berpotensi berdampak pada meningkatnya biaya transportasi dan distribusi barang yang pada akhirnya dapat memengaruhi harga kebutuhan sehari-hari. Selain itu, mereka juga menyoroti penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang menurut mereka perlu dikelola secara lebih efisien dan transparan.

Mahasiswa meminta pemerintah memastikan setiap kebijakan fiskal dan program pembangunan benar-benar memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat secara langsung. Menurut mereka, kebijakan publik perlu dievaluasi secara terbuka agar pelaksanaannya berjalan efektif dan tepat sasaran.

Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan lima poin tuntutan utama. Pertama, meminta pemerintah menghentikan pemborosan APBN. Kedua, mendesak penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM. Ketiga, meminta evaluasi terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Keempat, mendorong peninjauan terhadap program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih. Kelima, menyerukan penghentian praktik militerisme di ranah sipil.

Massa aksi menilai tuntutan tersebut merupakan bagian dari aspirasi masyarakat yang perlu mendapatkan perhatian pemerintah. Mereka berharap adanya ruang dialog yang terbuka antara pemerintah dan masyarakat dalam membahas berbagai kebijakan yang berdampak luas terhadap kehidupan publik.

Baca Juga  Program Koperasi Desa Merah Putih Tuai Pro-Kontra: Janji Ekonomi Rakyat atau Ancaman Otonomi Desa?

Dalam pelaksanaannya, aksi sempat mengalami dinamika ketika sebagian massa yang hendak bergerak menuju kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) tertahan oleh barikade aparat keamanan. Mahasiswa menyampaikan keberatan atas pembatasan tersebut karena menilai aksi yang dilakukan berlangsung secara damai dan tertib.

Sementara itu, aparat keamanan melakukan pengamanan di sejumlah lokasi guna menjaga ketertiban umum, mengantisipasi kepadatan massa, serta memastikan aktivitas masyarakat di kawasan Jakarta Pusat tetap berjalan dengan lancar.

Aksi tersebut kembali menegaskan peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat sipil yang menyampaikan kritik dan masukan terhadap jalannya pemerintahan. Melalui demonstrasi tersebut, mahasiswa berharap pemerintah dapat memberikan respons terhadap berbagai aspirasi yang disampaikan, khususnya terkait stabilitas harga, pengelolaan anggaran negara, serta perlindungan daya beli masyarakat.

Pemerintah juga diharapkan membuka ruang komunikasi dan dialog yang konstruktif guna membahas berbagai masukan yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian, proses perumusan dan pelaksanaan kebijakan publik dapat berjalan lebih partisipatif, transparan, dan akuntabel.

Hingga berita ini disusun, aksi berlangsung dengan pengamanan aparat keamanan dan penyampaian aspirasi oleh peserta aksi. Belum terdapat keterangan resmi dari pihak pemerintah terkait tuntutan yang disampaikan dalam demonstrasi tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *