kawanjarinews.com – Kuningan – Setelah lebih dari dua tahun berjuang melawan Tuberkulosis Tulang (TB Tulang), Arief Ripa’i (12), Arief yang berasal dari Dusun Wage RT 07 RW 04, Desa Kaduagung, Kecamatan Karangkancana, Kabupaten Kuningan, akhirnya berhasil menjalani operasi penyangkokan tulang. Prosedur tersebut dilakukan di RS Permata Kuningan baru-baru ini, menandai langkah penting dalam proses pemulihannya.
Arief Ripa’i sebelumnya terbaring lemah akibat penyakit TB Tulang yang dideritanya sejak dua tahun lalu. Kondisinya sempat mengalami hambatan pengobatan karena keterbatasan ekonomi keluarga. Setelah menjalani serangkaian rujukan medis, akhirnya ia mendapatkan tindakan operasi penting yang sangat dibutuhkan.
Baca juga: Bocah 12 Tahun di Kaduagung Berjuang Melawan TB Tulang, Terhambat Keterbatasan Ekonomi
Pemulihan Arief tidak lepas dari bantuan kolektif berbagai pihak. Keluarganya, Udin dan Yuli Sukawati, dibantu oleh unsur pemerintah daerah, jajaran tenaga medis, dan masyarakat. Dukungan datang dari Pemerintah Kabupaten Kuningan, RS Permata Kuningan, Dinas Kesehatan, Puskesmas Karangkancana, Dinas Komunikasi dan Informatika, Lembaga Koordinasi Kesejahteraan Sosial (LKKS), BAZNAS Kabupaten Kuningan, serta tokoh masyarakat setempat.
Operasi penyangkokan tulang dilaksanakan di RS Permata Kuningan, setelah proses panjang pengobatan yang sebelumnya dilakukan di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk RSUD 45 Kuningan, RSUD Arjawinangun Cirebon, dan RSUP Fatmawati Jakarta.
Operasi berlangsung dalam beberapa waktu terakhir, setelah rangkaian proses administrasi dan penanganan medis selesai dipenuhi. Tidak disebutkan tanggal pasti dalam pernyataan keluarga maupun instansi terkait.
TB Tulang merupakan penyakit serius yang menyerang tulang dan dapat menyebabkan kelumpuhan atau kecacatan jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Penyangkokan tulang menjadi tindakan krusial untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pelaksanaan operasi dimungkinkan berkat koordinasi antar-lembaga dan kepedulian masyarakat. Selain bantuan administratif dan medis, keluarga Arief juga menerima pendampingan sosial dan dukungan moral. Gotong royong ini menjadi contoh solidaritas dalam penanganan kasus kesehatan masyarakat.
Kini, Arief mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Keluarganya mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang telah diberikan. Kisah ini menjadi gambaran nyata bahwa kerja sama berbagai pihak mampu menghadirkan harapan baru, terutama bagi warga yang berada dalam kondisi terbatas.
Baca juga: Embung Kaduagung Dipertanyakan, Kerabat Kades: “Transparansi Bukan Buka-Bukaan Dokumen”
Baca juga: Embung Kaduagung Masih Tahap Satu: Desa Klarifikasi Swadaya, Warga Minta Keterbukaan










