Viral Klaim Anggota TNI Saat Ditegur Melintas Melawan Arah di Trotoar, Pria di Depok Akui Bukan Prajurit dan Minta Maaf

banner 468x60

KawanJariNews.com – DEPOK – Seorang pria bernama Syaiful Anwar menjadi sorotan publik setelah video dirinya mengaku sebagai anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) saat ditegur karena melintas melawan arah menggunakan sepeda motor di atas trotoar di Jalan Kartini, Kota Depok, Jawa Barat, viral di media sosial. Setelah dilakukan verifikasi oleh TNI, pria tersebut dipastikan bukan anggota TNI. Syaiful kemudian menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka atas pernyataan yang telah dibuatnya.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat, 3 Juli 2026, di kawasan Jalan Kartini, Kota Depok, Jawa Barat. Berdasarkan video yang beredar di media sosial, seorang pejalan kaki menegur pengendara sepeda motor yang melintas melawan arah di atas trotoar. Trotoar sendiri merupakan fasilitas yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, bukan jalur kendaraan bermotor.

Alih-alih menanggapi teguran secara baik, pengendara tersebut merespons dengan emosi dan mengaku sebagai anggota TNI. Percakapan itu direkam dan diunggah ke media sosial hingga viral dan menuai berbagai tanggapan dari masyarakat.

Dalam rekaman video, pria tersebut terlihat mengendarai sepeda motor Yamaha NMAX berwarna hitam sambil mengenakan kemeja batik hijau dan celana panjang abu-abu tanpa atribut kedinasan militer.

Setelah video tersebut ramai diperbincangkan, sejumlah media melakukan penelusuran terhadap identitas pria yang bersangkutan. Hasil penelusuran mengidentifikasi pengendara tersebut sebagai Syaiful Anwar, warga Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, kemudian menegaskan bahwa nama Syaiful Anwar tidak terdaftar sebagai anggota TNI berdasarkan data administrasi yang dimiliki institusi tersebut.

Menindaklanjuti viralnya video tersebut, Syaiful Anwar menyampaikan klarifikasi melalui sebuah video yang didampingi dua anggota TNI. Dalam pernyataannya, ia mengakui bahwa dirinya bukan anggota TNI, melainkan bekerja sebagai karyawan di bidang marketing.

Baca Juga  Siswi SMAN 6 Jakarta Meninggal dalam Kecelakaan di Jalan Lauser, Polisi Selidiki Penyebab Insiden

“Saya Syaiful Anwar, pekerja marketing, ingin mengklarifikasi bahwa saya bukan anggota TNI, tetapi saya adalah warga biasa,” ujarnya dalam video klarifikasi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh prajurit TNI dan masyarakat atas pernyataannya yang mengaku sebagai anggota TNI saat insiden tersebut terjadi.

Peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kepatuhan terhadap aturan berlalu lintas serta penggunaan trotoar sesuai fungsinya sebagai ruang bagi pejalan kaki. Melintas menggunakan sepeda motor di atas trotoar, terlebih dengan arah yang berlawanan, berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Kasus ini juga menjadi perhatian terkait penyalahgunaan identitas institusi negara. TNI segera melakukan verifikasi dan memastikan bahwa pelaku bukan merupakan anggota aktif TNI, sehingga tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat mengenai status yang bersangkutan.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat informasi resmi mengenai adanya proses hukum terhadap Syaiful Anwar. Perkembangan penanganan kasus akan bergantung pada langkah yang diambil oleh aparat berwenang sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Melalui klarifikasi yang telah disampaikan, Syaiful Anwar mengakui bahwa pernyataannya mengaku sebagai anggota TNI tidak benar dan menyampaikan permohonan maaf kepada institusi TNI serta masyarakat. Sementara itu, TNI telah memastikan bahwa yang bersangkutan bukan bagian dari institusi tersebut. Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya mematuhi aturan berlalu lintas, menghormati fungsi fasilitas umum, serta tidak mengatasnamakan institusi negara tanpa dasar yang sah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *