Warga HSS Ditemukan Meninggal di Barbershop Banjarbaru, Hasil Autopsi Ungkap Penyebab Kematian

banner 468x60

KawanJariNews.com – KALSEL – Seorang pria berinisial AAP (33) ditemukan meninggal dunia di dalam sebuah barbershop di Jalan Sukamara, Kelurahan Landasan Ulin Utara, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada Rabu (4/3/2026) malam. Kepolisian memastikan korban meninggal akibat penyakit stroke setelah dilakukan pemeriksaan forensik dan autopsi di RSUD Ulin Banjarmasin.

Penemuan korban bermula ketika warga di sekitar barbershop di kawasan Jalan Sukamara, Kecamatan Liang Anggang, dikejutkan dengan kondisi seorang pria yang ditemukan tidak bernyawa di dalam tempat usaha tersebut. Korban kemudian diketahui berinisial AAP (33), warga Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Petugas kepolisian dari Polsek Liang Anggang yang menerima laporan segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan area sekitar. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Ulin Banjarmasin untuk dilakukan pemeriksaan medis dan autopsi guna memastikan penyebab kematian.

Kanit Reskrim Polsek Liang Anggang, Iptu Isman Riskadany, mengatakan dari hasil autopsi ditemukan beberapa luka pada bagian kepala korban. Luka tersebut berupa benturan di bagian dahi dan pelipis, serta memar di bagian belakang kepala hingga ubun-ubun.

“Dari hasil autopsi memang ditemukan luka pada bagian dahi dan pelipis yang diduga akibat benturan. Selain itu terdapat luka memar di bagian belakang kepala hingga ubun-ubun,” ujar Isman dalam keterangan kepada media.

Meski demikian, hasil pemeriksaan medis menyimpulkan bahwa penyebab utama kematian korban adalah gejala stroke yang memicu pendarahan pada pembuluh darah di bagian kepala. Kondisi tersebut diduga menyebabkan korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh.

Pihak Kepolisian yang menagani perkara juga menerangkan bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau unsur tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Seluruh proses pemeriksaan dilakukan berdasarkan hasil autopsi serta analisis tim forensik. 

Baca Juga  Diduga Terlibat Perkelahian, Seorang Pria di Pekapuran Banjarmasin Meniggal Dunia

Kasus penemuan korban meninggal dunia di ruang publik kerap memicu kekhawatiran masyarakat terkait kemungkinan adanya tindak kriminal. Oleh karena itu, pemeriksaan forensik menjadi langkah penting untuk memastikan penyebab kematian secara objektif.

Dalam kasus ini, hasil autopsi memberikan kepastian bahwa kematian korban disebabkan oleh faktor medis, bukan akibat kekerasan. Kepolisian juga mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi mengenai penyebab kematian sebelum ada hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang. 

Pihak kepolisian menyatakan proses penyelidikan terkait peristiwa ini telah selesai setelah hasil autopsi memastikan tidak adanya unsur tindak pidana. Jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses pemakaman sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *