Warga Keluhkan Galian Infrastruktur Berkepanjangan di Jalan Peta Selatan Kalideres

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Sejumlah warga di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, mengeluhkan keberadaan galian proyek infrastruktur yang berlangsung berbulan-bulan di sepanjang Jalan Peta Selatan. Galian yang berjumlah lima titik itu dinilai mengganggu lalu lintas dan aktivitas masyarakat, sementara pihak pelaksana proyek menyatakan pekerjaan masih berlangsung dengan metode konstruksi bawah tanah untuk pembangunan jaringan air bersih.

Warga di Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, mengeluhkan kondisi galian proyek infrastruktur yang berada di sepanjang Jalan Peta Selatan. Galian tersebut dilaporkan telah berlangsung sejak Desember 2025 dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda penyelesaian, sehingga menimbulkan gangguan terhadap mobilitas masyarakat dan arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, terdapat sekitar lima titik galian yang berjarak sekitar 200 hingga 300 meter satu sama lain di sepanjang ruas jalan tersebut. Jalan Peta Selatan sendiri merupakan jalur strategis yang sering dilalui kendaraan besar seperti truk dan bus.

Lubang galian terlihat berukuran cukup besar dan sebagian memakan badan jalan. Di dalamnya tampak sejumlah selang berwarna oranye dan biru serta pipa berdiameter besar yang tertanam di bawah permukaan tanah. Kondisi tersebut menyebabkan penyempitan lajur kendaraan, sehingga arus lalu lintas harus bergantian melintas terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Warga setempat menyebut kemacetan di kawasan itu semakin sering terjadi sejak adanya proyek galian. Selain itu, kondisi jalan juga kerap tergenang air saat hujan karena air masuk ke dalam lubang galian yang belum ditutup.

“Kalau hujan deras biasanya air menggenang di lubang galian. Kadang juga ada sampah yang terbawa air sehingga jalan semakin sulit dilalui kendaraan,” kata salah seorang warga yang setiap hari melintas di kawasan tersebut.

Baca Juga  Pengalihan Tunjangan Perumahan DPRD Dinilai Dapat Biayai Ratusan Rumah Subsidi

Beberapa warga juga mempertanyakan kelanjutan proyek tersebut karena aktivitas pekerjaan di lokasi terlihat berkurang dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut memunculkan dugaan bahwa proyek galian tersebut tidak berjalan atau mengalami keterlambatan.

Menanggapi keluhan tersebut, Senior Manager Corporate and Customer Communication PDAM Jaya (Pam Jaya), Gatra Fagansa, menjelaskan bahwa proyek yang dilakukan di kawasan Kalideres merupakan bagian dari pembangunan dan perluasan jaringan pipa air bersih.

Menurutnya, proyek tersebut menggunakan metode konstruksi bawah tanah yang dikenal sebagai metode jacking. Metode ini memungkinkan pemasangan pipa dilakukan melalui pengeboran di bawah permukaan tanah tanpa harus membuka seluruh badan jalan.

“Metode jacking hanya membutuhkan beberapa titik lubang sebagai akses teknis atau shaft. Jadi lubang-lubang yang terlihat di jalan sebenarnya merupakan titik pemantauan dan akses pekerjaan di bawah tanah,” ujar Gatra dalam keterangan kepada media.

Ia menambahkan bahwa pekerjaan utama tidak selalu terlihat di permukaan jalan karena proses instalasi pipa dilakukan secara horizontal di bawah tanah dari satu titik ke titik lainnya.

Meski demikian, pihak Pam Jaya mengakui adanya keterlambatan dalam penyelesaian proyek tersebut. Target awal penyelesaian yang direncanakan pada Februari 2026 harus ditunda hingga April 2026.

Keterlambatan tersebut disebabkan oleh adanya penyesuaian teknis di lapangan, terutama terkait keberadaan jaringan utilitas lain yang sudah lebih dahulu terpasang di bawah tanah, seperti kabel listrik, jaringan telekomunikasi, serta fiber optik.

“Ketika jalur pipa bertemu dengan utilitas lain di bawah tanah, tim teknis harus melakukan penyesuaian agar tidak mengganggu jaringan yang sudah ada. Proses itu membutuhkan waktu tambahan,” jelasnya.

Pembangunan jaringan pipa air bersih merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan air bersih di wilayah Jakarta, termasuk di kawasan Jakarta Barat yang masih membutuhkan perluasan jaringan distribusi.

Baca Juga  Pengemudi Mobil Plat D Dipalak di Tanah Abang, Dua Pelaku Ditangkap

Namun, proyek infrastruktur yang berlangsung di kawasan padat penduduk dan jalur lalu lintas utama sering kali menimbulkan dampak sementara terhadap aktivitas masyarakat, seperti kemacetan, penyempitan jalan, dan potensi genangan air saat musim hujan.

Sejumlah warga berharap adanya informasi yang lebih jelas mengenai jadwal penyelesaian proyek serta langkah-langkah mitigasi dampak selama pekerjaan berlangsung.

Pihak Pam Jaya menyampaikan bahwa proyek pembangunan jaringan air bersih di kawasan Kalideres tetap berjalan dan ditargetkan selesai pada April 2026. Pihaknya juga menyampaikan komitmen untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal serta meminimalkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat selama proses konstruksi berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *