Krisis Air Bersih di Kapuk Muara: Warga Terpaksa Keluarkan Biaya Tinggi untuk Dapatkan Air Layak

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta Utara Ratusan warga Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, mengalami krisis air bersih selama tiga pekan terakhir. Air tidak mengalir dari keran rumah warga, meskipun mereka tetap membayar tagihan air ke PD PAM Jaya. Ketika air sempat mengalir, kualitasnya buruk, berwarna keruh, dan berbau menyengat.

Warga pun terpaksa membeli air isi ulang dari penjual keliling seharga Rp6.000 per pikul (20 liter). Dalam sehari, banyak keluarga mengeluarkan biaya antara Rp36.000 hingga Rp50.000 hanya untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, dan memasak.

“Kami sudah bayar iuran tiap bulan, tapi air tidak keluar. Sekalinya keluar pun kotor dan bau. Kami terpaksa beli air keliling. Untuk keluarga besar saya, bisa habis Rp50 ribu per hari,” ujarsalah satu, warga RT setempat.

Keluhan warga pun telah disampaikan melalui perwakilan Lembaga Musyawarah Kelurahan (LMK) Kapuk Muara. Mereka menuntut PD PAM Jaya segera memperbaiki kualitas dan kuantitas air yang disalurkan, dan menilai tidak adil jika warga tetap dibebani tagihan air meski suplai air tidak tersedia.

Pihak PD PAM Jaya dalam keterangannya menjelaskan bahwa Kapuk Muara merupakan wilayah layanan terjauh dari instalasi pengolahan air. Gangguan distribusi disebut terjadi akibat pekerjaan pihak eksternal dan adanya kebocoran jaringan pipa yang menyebabkan masuknya air kotor.

“Kami menyadari kondisi ini tidak ideal. Perbaikan jaringan sedang dilakukan dan ditargetkan selesai dalam tiga minggu ke depan,” kata perwakilan PD PAM Jaya.

Kondisi air sumur warga pun tidak lebih baik, berwarna kecokelatan dan berbau karat. Krisis ini membuat warga terjebak dalam pilihan sulit: menggunakan air yang tidak layak atau mengeluarkan biaya tinggi untuk mendapatkan air bersih.

Baca Juga  Surga yang Terancam: Greenpeace Ungkap Krisis Ekologis di Tanah Papua Akibat Ekspansi Industri

Permasalahan ini menyoroti pentingnya pemenuhan hak dasar atas air bersih yang layak, aman, dan terjangkau. Warga Kapuk Muara berharap janji perbaikan tidak sekadar menjadi retorika, tetapi benar-benar terealisasi agar mereka dapat menjalani kehidupan yang lebih sehat dan bermartabat.

Baca juga: Pencurian Kabel Penerangan Jalan di Jakarta Utara: Jalanan Gelap, Warga Terancam Bahaya

Baca juga: Presiden Ke-7 Joko Widodo Hadiri Reuni Fakultas Kehutanan UGM, Tegaskan Identitas Akademiknya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *