Polres Cianjur Gagalkan Tawuran Remaja yang Dipicu Media Sosial

banner 468x60

kawanjarinews.com – Cianjur – Polres Cianjur berhasil menggagalkan aksi tawuran remaja yang dipicu ajakan di media sosial. Kejadian ini tidak hanya melibatkan remaja asal Cianjur, tetapi juga dari luar daerah seperti Bogor. Tindakan cepat ini dilakukan oleh Tim Maung Polres Cianjur pada Minggu (19/1/2025) dini hari.

Kasatreskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, menjelaskan bahwa aksi tawuran tersebut dipicu oleh provokasi melalui akun Instagram bernama @kampungceria (kamcer). “Kelompok Kampung Ceria disebut-sebut ingin menunjukkan eksistensi mereka sebagai kelompok yang ‘berani’ dengan melakukan tindakan anarkis. Nama Kampung Ceria terdengar positif, tetapi kenyataannya mereka justru melakukan tindakan melawan hukum yang meresahkan masyarakat,” ujar AKP Tono.

Pada Minggu dini hari sekitar pukul 03.00 WIB, Tim Maung Polres Cianjur berhasil mengamankan 19 remaja, terdiri dari 14 orang asal Cianjur dan 5 orang dari Bogor. Selain itu, petugas juga menyita barang bukti berupa tujuh senjata tajam, termasuk celurit, golok, dan parang, serta 15 unit kendaraan roda dua yang digunakan para remaja tersebut.

“Patroli malam yang rutin dilakukan Tim Maung menyasar lokasi-lokasi rawan untuk mengantisipasi potensi kejahatan. Saat itu, kami menemukan kelompok remaja mencurigakan yang diduga hendak melakukan tawuran. Mereka sempat mencoba melarikan diri sambil membuang senjata tajam, namun barang bukti berhasil ditemukan di lokasi,” jelas Tono.

Setelah diamankan, para remaja tersebut menjalani proses pembinaan. Proses ini melibatkan orangtua, Bhabinkamtibmas, ketua RT/RW, serta kepala desa setempat. Mereka menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.

“Untuk remaja yang berasal dari Bogor, kami telah memulangkan mereka ke keluarganya dengan perjanjian bahwa mereka tidak akan mengulangi tindakan tersebut,” tambah Tono.

Menanggapi fenomena ini, Polres Cianjur mengimbau agar orangtua lebih aktif dalam mengawasi anak-anak mereka untuk mencegah keterlibatan dalam aksi kenakalan remaja.

Baca Juga  Yulianto Kiswocahyono Minta Pengusutan Kasus Penyerangan Andrie Yunus Dilakukan Objektif dan Transparan

“Kami juga mengharapkan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan bersikap tegas dalam menangani siswa yang terindikasi melakukan tindakan negatif,” ujar Tono.

Melalui patroli rutin dan penegakan hukum, Polres Cianjur berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi masyarakat. Aksi cepat dalam menggagalkan tawuran ini menjadi salah satu bukti nyata dari upaya tersebut.

Upaya yang dilakukan Polres Cianjur, khususnya melalui Tim Maung, menunjukkan pentingnya kolaborasi antara aparat penegak hukum, masyarakat, dan institusi pendidikan dalam mencegah kenakalan remaja. Dengan langkah proaktif dan pembinaan yang melibatkan berbagai pihak, diharapkan kasus serupa tidak lagi terjadi, sehingga lingkungan masyarakat dapat tetap kondusif dan aman. (Sumber: Humas Polres Cianjur)

Baca juga: Pengelolaan Keuangan Desa dalam Keadaan Darurat dan Luar Biasa Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 dan Permendagri No. 113 Tahun 2014

Baca juga: Desa Taro: Sarang Kearifan Lokal di Tengah Gemuruh Modernitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *