Pimpinan DPR dan OJK Kunjungi BEI Usai IHSG Melemah, Bahas Stabilitas Pasar Modal

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad bersama sejumlah pejabat pemerintah dan otoritas keuangan melakukan kunjungan ke Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/5/2026), menyusul pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dalam beberapa hari terakhir. Pertemuan tersebut membahas kondisi pasar modal nasional, dampak dinamika global, serta langkah menjaga kepercayaan investor.

Kunjungan tingkat tinggi tersebut turut dihadiri Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Menteri Investasi dan Hilirisasi Industri Rosan Roeslani, serta Chief Operating Officer Danantara Donny Oskaria.

Pertemuan dilakukan sebagai respons atas penurunan IHSG yang terjadi di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik. Salah satu faktor yang disebut memengaruhi pasar ialah keputusan rebalancing indeks MSCI yang diumumkan pada 13 Mei 2026, serta meningkatnya tensi geopolitik global yang berdampak terhadap pergerakan pasar regional.

Dalam pemaparannya, pihak OJK menjelaskan bahwa pelemahan IHSG masih berada dalam rentang yang relatif sejalan dengan pergerakan bursa saham di kawasan Asia. Penurunan tersebut dinilai merupakan bagian dari dinamika pasar global yang turut dipengaruhi sentimen eksternal dan penyesuaian portofolio investor institusional.

Selain membahas kondisi pasar, pertemuan juga menyoroti kondisi fundamental emiten di Indonesia. Berdasarkan data yang dipaparkan manajemen BEI, sebagian besar perusahaan tercatat yang telah menyampaikan laporan keuangan kuartal I tahun 2026 menunjukkan pertumbuhan laba bersih secara agregat.

Pemerintah dan regulator juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan investor melalui penguatan tata kelola pasar modal, transparansi informasi, serta edukasi investasi kepada masyarakat.

Menteri Investasi dan Hilirisasi Industri Rosan Roeslani menyampaikan bahwa investasi di pasar modal perlu dipahami sebagai instrumen jangka panjang yang didasarkan pada fundamental perusahaan dan prospek ekonomi.

Baca Juga  Pemerintah Pastikan Stok BBM Nasional Aman, Negosiasi Swasta-Pertamina Masih Berlangsung

Sementara itu, perwakilan OJK dan BEI menyebut jumlah investor ritel di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir, termasuk dari kalangan generasi muda yang mulai aktif berinvestasi di pasar modal.

Penurunan IHSG dalam beberapa hari terakhir menjadi perhatian pelaku pasar karena terjadi di tengah ketidakpastian ekonomi global dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan internasional. Faktor eksternal seperti konflik geopolitik, kebijakan suku bunga bank sentral global, serta perubahan komposisi indeks internasional turut memengaruhi aliran modal di pasar saham Indonesia.

Meski demikian, pemerintah dan regulator menilai fundamental ekonomi nasional serta kinerja emiten domestik masih berada dalam kondisi yang relatif stabil. Kunjungan ke BEI juga dipandang sebagai bentuk koordinasi lintas lembaga untuk memastikan stabilitas pasar dan menjaga kepercayaan investor domestik maupun asing.

Selain itu, peningkatan jumlah investor ritel dinilai menjadi indikator bertumbuhnya partisipasi masyarakat terhadap pasar modal nasional. Oleh sebab itu, edukasi keuangan dan literasi investasi dinilai penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat mengenai risiko dan karakter investasi jangka panjang.

Pertemuan antara pimpinan DPR, pemerintah, OJK, dan manajemen Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmen bersama dalam menjaga stabilitas pasar modal nasional di tengah dinamika ekonomi global. Para pemangku kepentingan berharap pasar modal Indonesia tetap mampu tumbuh secara sehat, transparan, dan berkelanjutan dengan didukung fundamental ekonomi yang kuat serta kepercayaan investor yang terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *