Siswa SMA Tak Lagi Jadi Penerima MBG, BGN Fokuskan Program pada Kelompok Prioritas Gizi

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) tidak lagi menjadi kelompok prioritas penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penjelasan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Badan Gizi Nasional (BGN), Arum Sari, dalam pemaparan terkait evaluasi dan penyesuaian sasaran program gizi nasional yang tengah dilakukan pemerintah.

Menurut Arum Sari, penyesuaian sasaran penerima manfaat dilakukan berdasarkan kajian dan pertimbangan teknis di bidang kesehatan serta gizi masyarakat. Fokus program diarahkan kepada kelompok yang dinilai paling membutuhkan intervensi gizi, terutama ibu hamil, balita, dan anak-anak pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).

Ia menjelaskan bahwa periode 1.000 HPK merupakan masa yang dinilai paling menentukan dalam pembentukan kesehatan, pertumbuhan fisik, dan perkembangan kognitif anak. Karena itu, alokasi sumber daya program diprioritaskan kepada kelompok yang memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi terhadap masalah gizi dan stunting.

“Dengan pendekatan tersebut, siswa SMA tidak lagi menjadi kelompok prioritas penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Arum Sari dalam penjelasannya.

Arum menyebutkan, kebijakan refocusing tersebut diperkirakan akan mengurangi jumlah penerima manfaat program secara nasional sekitar delapan juta orang. Pengurangan tersebut merupakan konsekuensi dari penyesuaian sasaran agar anggaran negara dapat digunakan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

Selain perubahan kelompok penerima manfaat, BGN juga melakukan evaluasi terhadap tata kelola program, termasuk validasi data penerima, verifikasi operasional dapur penyedia makanan bergizi, serta pengawasan penggunaan anggaran.

Menurut Arum, proses refocusing dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai indikator, mulai dari kebutuhan gizi masyarakat, efektivitas intervensi, hingga target penurunan angka stunting yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia nasional.

Di sisi lain, BGN juga tengah melakukan pembenahan sistem pengelolaan program guna meningkatkan akurasi data dan kualitas layanan yang diberikan kepada penerima manfaat.

Baca Juga  Mahasiswa Gelar Aksi di Jakarta, Sampaikan Tuntutan Evaluasi Kebijakan Ekonomi Pemerintah

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan status gizi masyarakat dan mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Sejak dijalankan, program tersebut menyasar berbagai kelompok penerima manfaat, termasuk peserta didik pada sejumlah jenjang pendidikan.

Namun, berdasarkan hasil evaluasi yang disampaikan BGN, pemerintah menilai diperlukan penyesuaian sasaran agar intervensi gizi lebih terfokus pada kelompok yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap masalah kekurangan gizi dan stunting.

Kebijakan tidak lagi memasukkan siswa SMA sebagai penerima MBG berpotensi memunculkan beragam respons dari masyarakat maupun kalangan pendidikan. Di satu sisi, langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan efektivitas penggunaan anggaran negara. Di sisi lain, perubahan tersebut berdampak pada berkurangnya cakupan penerima manfaat program.

Hingga saat ini, detail teknis mengenai waktu penerapan kebijakan serta mekanisme pelaksanaannya masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

Arum Sari menegaskan bahwa evaluasi Program Makan Bergizi Gratis akan terus dilakukan untuk memastikan bantuan diberikan kepada kelompok yang paling membutuhkan. Menurutnya, fokus program ke depan tetap diarahkan pada upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat serta percepatan penurunan angka stunting melalui intervensi yang lebih terukur dan tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *