Sepuluh Jenazah Korban Kecelakaan Kereta Bekasi Timur Diserahkan ke Keluarga, Proses Identifikasi Rampung

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Sebanyak sepuluh jenazah korban kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat, resmi diserahkan kepada pihak keluarga pada Selasa (28/4/2026) setelah proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri dinyatakan selesai. Penyerahan dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, yang menjadi pusat penanganan korban meninggal dunia dalam insiden tersebut.

Kecelakaan terjadi pada Senin malam (27/4/2026) dan melibatkan rangkaian Kereta Api Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Insiden itu menimbulkan korban jiwa dan luka-luka serta mengganggu operasional transportasi kereta di lintas Bekasi.

Pada Selasa siang, Tim DVI Polri menyampaikan bahwa sepuluh jenazah telah berhasil diidentifikasi melalui serangkaian prosedur forensik, meliputi pemeriksaan sidik jari, data gigi, hingga analisis DNA. Sidang rekonsiliasi identitas dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WIB sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga masing-masing.

Proses penyerahan berlangsung secara tertib dan didampingi petugas medis, aparat kepolisian, serta perwakilan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Selain jenazah, sejumlah barang pribadi korban seperti tas, telepon genggam, dan dokumen identitas juga dikembalikan kepada ahli waris.

Berdasarkan data yang dihimpun, para korban berasal dari wilayah penyangga Jabodetabek seperti Tambun, Cikarang, dan Cibitung. Mayoritas merupakan pengguna transportasi komuter yang setiap hari memanfaatkan layanan KRL untuk bekerja maupun beraktivitas.

Salah satu korban yang disebut dalam laporan adalah seorang guru asal Kabupaten Bekasi yang rutin menggunakan KRL untuk perjalanan harian. Selain itu, terdapat pula korban dari kalangan pekerja media yang sedang dalam perjalanan pulang usai bertugas.

Di sejumlah rumah duka, suasana haru mewarnai kedatangan jenazah. Keluarga korban terlihat mendampingi proses administrasi hingga pemulangan jenazah untuk dimakamkan di daerah masing-masing.

Baca Juga  Sengketa Lahan Tanah Abang Memanas, Hercules Tantang Pembuktian Legalitas Klaim PT KAI

Sementara itu, jumlah korban keseluruhan berdasarkan data yang berkembang mencapai 15 orang meninggal dunia dan 84 orang mengalami luka-luka. Para korban luka telah mendapat penanganan di sejumlah rumah sakit di Bekasi dan sekitarnya.

Peristiwa Bekasi Timur menjadi salah satu kecelakaan kereta paling serius dalam beberapa tahun terakhir di wilayah Jabodetabek. Selain menimbulkan korban jiwa, insiden ini berdampak terhadap mobilitas masyarakat dan memicu evaluasi terhadap sistem keselamatan transportasi rel.

Pemerintah bersama otoritas perkeretaapian disebut tengah melakukan investigasi menyeluruh, termasuk pemeriksaan sistem persinyalan, prosedur operasional, kondisi sarana, serta faktor lain yang berkaitan dengan kecelakaan.

Di sisi lain, tragedi ini juga menyoroti pentingnya kesiapan respons darurat, percepatan identifikasi korban, serta layanan pendampingan psikologis bagi keluarga terdampak.

PT KAI menyampaikan duka cita kepada seluruh keluarga korban dan menyatakan komitmen untuk mendukung proses penanganan korban serta investigasi resmi hingga tuntas. Masyarakat diimbau mengikuti perkembangan informasi dari instansi berwenang terkait hasil penyelidikan dan pemulihan layanan perjalanan kereta api.

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *