Dirut PT KAI Paparkan Kronologi Awal Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, 7 Meninggal dan 81 Luka-luka

banner 468x60

KawanJariNews.com – BEKASI – Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI), Bobby Rasyidin, mengungkap kronologi awal kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, Senin (27/4/2026) malam. Insiden bermula dari tabrakan antara sebuah taksi dengan rangkaian KRL di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 85 dekat Stasiun Bekasi Timur, yang kemudian berdampak pada gangguan operasional dan berujung kecelakaan lanjutan. Hingga saat ini, tercatat tujuh orang meninggal dunia dan 81 orang mengalami luka-luka.

Dalam keterangan resminya, Bobby Rasyidin menjelaskan peristiwa awal terjadi sekitar pukul 20.45 WIB atau menjelang pukul 21.00 WIB. Sebuah taksi berwarna hijau dilaporkan mengalami temperan atau benturan dengan rangkaian Kereta Rel Listrik (KRL) yang sedang melintas di JPL 85.

Akibat kejadian tersebut, operasional perkeretaapian di sekitar emplasemen Stasiun Bekasi Timur disebut mengalami gangguan. Sistem perjalanan kereta di lokasi terdampak sehingga memicu kondisi darurat yang berujung pada kecelakaan lanjutan.

PT KAI menyatakan penyebab teknis secara menyeluruh masih menunggu hasil investigasi resmi. Pemeriksaan mendalam akan dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama instansi terkait guna mengetahui faktor penyebab, baik dari sisi sarana, prasarana, sistem pengamanan, maupun faktor eksternal.

Dari sisi korban, data sementara mencatat tujuh orang meninggal dunia. Seluruh korban meninggal disebut merupakan penumpang KRL. Selain itu, sebanyak 81 orang mengalami luka-luka dengan tingkat cedera berbeda-beda, mulai dari luka ringan hingga membutuhkan penanganan intensif.

Korban dilaporkan banyak berada di gerbong bagian belakang, termasuk gerbong yang diperuntukkan bagi penumpang perempuan. Pada tahap awal penanganan, puluhan penumpang sempat terjebak di dalam gerbong akibat deformasi struktur pasca benturan.

Tim gabungan yang terdiri dari petugas KAI, Basarnas, kepolisian, pemadam kebakaran, tenaga medis, dan relawan diterjunkan ke lokasi. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan penggunaan alat pemotong logam, pemberian oksigen, serta pertolongan pertama di lokasi kejadian.

Baca Juga  Banjir Rendam Kawasan Kemang Pada Kamis 30 Desember 2025, Aktivitas Warga Lumpuh Hingga Dini Hari

Seluruh korban selanjutnya dirujuk ke sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi dan sekitarnya, di antaranya RSUD Bekasi, RS Bella Bekasi, RS Primaya, RS Mitra Keluarga, RS Hermina, RS Siloam Bekasi Timur, serta rumah sakit rujukan lainnya.

Dalam upaya pemulihan operasional, PT KAI menyebut jalur hilir lintas Bekasi–Tambun telah kembali dapat dilalui pada pukul 01.24 WIB setelah rangkaian yang terlibat insiden berhasil dievakuasi. Sementara jalur lainnya masih menjalani pemeriksaan lanjutan.

Sebagai langkah mitigasi, sejumlah perjalanan kereta jarak jauh dari Stasiun Gambir dan Pasar Senen sempat dihentikan sementara. Layanan KRL juga mengalami pembatasan, dengan operasional hanya sampai Stasiun Bekasi dan penutupan sementara Stasiun Bekasi Timur.

PT KAI juga membuka posko informasi di Stasiun Bekasi guna melayani keluarga korban, memberikan informasi perkembangan penanganan, serta membantu kebutuhan administratif penumpang terdampak.

Peristiwa ini kembali menyoroti risiko keselamatan di perlintasan sebidang yang masih berada di kawasan padat kendaraan. Titik perlintasan seperti JPL 85 dinilai memerlukan peningkatan sistem pengamanan, pengawasan lalu lintas, serta rekayasa infrastruktur guna menekan potensi kecelakaan.

Insiden tersebut juga berdampak luas terhadap mobilitas masyarakat Jabodetabek karena lintas Bekasi merupakan salah satu koridor tersibuk bagi perjalanan komuter maupun kereta antarkota.

PT KAI menyampaikan duka cita kepada keluarga korban dan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan layanan yang terjadi. Perusahaan menegaskan fokus utama saat ini adalah penanganan korban, pemulihan perjalanan kereta, serta mendukung proses investigasi resmi agar penyebab kecelakaan dapat diketahui secara menyeluruh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *