Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Jakarta Saat Idulfitri 2026, Aktivitas Warga dan Terminal Kampung Rambutan Terganggu

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Banjir merendam sejumlah wilayah di Jakarta pada Hari Raya Idulfitri 2026, Minggu (22/3/2026), dengan ketinggian air bervariasi mulai dari 30 sentimeter hingga mencapai sekitar dua meter di beberapa titik. Sejumlah kawasan terdampak berada di Jakarta Timur, antara lain Kampung Rambutan Ciracas, Cibubur, Kelurahan Pekayon di Kecamatan Pasar Rebo, Terminal Kampung Rambutan, dan Kebon Pala. Peristiwa ini mengganggu aktivitas warga pada momentum Lebaran, termasuk mobilitas, silaturahmi keluarga, hingga operasional transportasi umum, seiring luapan aliran air dan tingginya curah hujan di wilayah hulu.

Peristiwa banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Jakarta pada Hari Raya Idulfitri 2026 menimbulkan gangguan terhadap aktivitas masyarakat di tengah momentum perayaan yang identik dengan silaturahmi dan kunjungan keluarga. Sejumlah permukiman warga terendam, akses jalan di beberapa lokasi terputus, dan sebagian warga dilaporkan harus melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.

Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di kawasan Kampung Rambutan, Ciracas, Jakarta Timur. Di lokasi ini, genangan air dilaporkan mencapai sekitar dua meter, terutama di RW 1 dan RW 3 Kelurahan Kampung Rambutan. Kondisi tersebut menyebabkan akses jalan lingkungan terputus dan memaksa warga menggunakan perahu karet untuk berpindah tempat.

Petugas gabungan dilaporkan dikerahkan untuk membantu proses evakuasi, termasuk terhadap warga lanjut usia yang terjebak di dalam rumah. Banjir di kawasan ini disebut berkaitan dengan luapan Kali Cipinang yang meningkat setelah menerima aliran air dari wilayah hulu.

Selain Kampung Rambutan, banjir juga dilaporkan terjadi di kawasan Cibubur, Jakarta Timur. Di wilayah ini, ratusan rumah warga terdampak dengan ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 1,5 meter. Selain merendam permukiman, banjir juga menggenangi sejumlah kendaraan milik warga.

Baca Juga  Banjir Luapan Kali Bekasi Rendam Permukiman di Teluk Pucung, 150 KK Terdampak

Warga di kawasan tersebut dilaporkan menghadapi gangguan akses jalan dan aktivitas rumah tangga pada hari raya. Sebagian keluarga disebut harus mengamankan barang-barang penting dan berpindah ke lokasi yang lebih aman untuk menghindari risiko genangan yang terus meningkat.

Di Kelurahan Pekayon, Kecamatan Pasar Rebo, banjir juga dilaporkan menggenangi sejumlah permukiman warga. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 50 sentimeter hingga sekitar satu meter. Di salah satu titik, yakni RT 5, tercatat sekitar 10 kepala keluarga terdampak langsung akibat genangan yang masuk ke area rumah.

Sementara itu, genangan juga terpantau di Terminal Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Kampung Rambutan. Di area terminal, ketinggian air dilaporkan mencapai sekitar 30 sentimeter. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas kedatangan dan keberangkatan penumpang, karena sebagian area terminal tergenang dan mempersulit mobilitas calon penumpang.

Di wilayah Kebon Pala, Jakarta Timur, warga juga terdampak banjir yang disebut datang dari aliran air kiriman wilayah hulu. Kondisi ini menyebabkan sebagian warga tidak sempat mengamankan barang-barang rumah tangga karena genangan datang dalam waktu relatif singkat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, banjir di sejumlah titik ini dipicu oleh tingginya curah hujan di wilayah Jabodetabek, termasuk kawasan hulu seperti Bogor dan Depok, yang berdampak pada peningkatan debit aliran sungai menuju Jakarta. Luapan air dari aliran sungai dan saluran drainase yang tidak mampu menampung volume air secara optimal disebut menjadi faktor utama penyebab genangan di sejumlah kawasan permukiman.

Selain faktor hidrometeorologi, kondisi drainase perkotaan dan kapasitas saluran air di sejumlah titik juga menjadi sorotan. Di beberapa wilayah, genangan dilaporkan bertahan karena air tidak dapat surut dengan cepat, terutama di kawasan padat permukiman yang memiliki keterbatasan saluran pembuangan air.

Baca Juga  Korban Kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL Dievakuasi ke Sembilan Rumah Sakit, Data Korban Terus Diperbarui

Banjir yang terjadi pada Hari Raya Idulfitri 2026 menambah beban masyarakat karena berlangsung pada saat sebagian besar warga menjalankan agenda keagamaan dan tradisi sosial, seperti silaturahmi keluarga, kunjungan ke kerabat, hingga mobilitas antarkawasan. Kondisi tersebut menyebabkan sebagian warga harus menunda atau membatalkan aktivitas Lebaran akibat rumah terendam dan akses jalan terganggu.

Dari sisi pelayanan publik, genangan di Terminal Kampung Rambutan juga menunjukkan bahwa dampak banjir tidak hanya dirasakan di kawasan permukiman, tetapi juga pada simpul transportasi yang melayani mobilitas masyarakat pada masa libur Idulfitri. Gangguan pada fasilitas transportasi berpotensi memengaruhi arus penumpang dan distribusi perjalanan antarkota.

Peristiwa ini juga kembali menyoroti tantangan penanganan banjir di wilayah perkotaan, khususnya di kawasan yang berada di sekitar aliran sungai, saluran penghubung, dan daerah dengan sistem drainase terbatas. Banjir kiriman dari wilayah hulu, curah hujan tinggi, serta kapasitas saluran air yang tidak memadai menjadi kombinasi faktor yang berulang memicu genangan di Jakarta dan sekitarnya.

Di tengah kondisi tersebut, respons cepat petugas gabungan dan partisipasi warga dalam proses evakuasi menjadi faktor penting untuk meminimalkan risiko yang lebih besar. Warga diimbau tetap waspada terhadap potensi genangan susulan, terutama apabila curah hujan di wilayah hulu kembali meningkat.

Banjir yang merendam sejumlah wilayah Jakarta pada Hari Raya Idulfitri 2026 menjadi peristiwa yang mengganggu aktivitas masyarakat di tengah momentum perayaan. Sejumlah kawasan di Jakarta Timur dilaporkan terdampak, mulai dari permukiman warga hingga Terminal Kampung Rambutan, dengan ketinggian air bervariasi. Hingga situasi berangsur terkendali, warga dan petugas masih melakukan penanganan di lapangan, termasuk evakuasi, pengamanan barang, serta pemantauan terhadap kemungkinan peningkatan debit air dari wilayah hulu.

Baca Juga  Wanita Terluka Usai Terjatuh dari Fly Over Gatot Subroto Banjarmasin, Polisi Lakukan Penyelidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *