KawanJariNews.com – Jakarta – Kawasan pesisir Ancol, Jakarta Utara, terdampak banjir rob akibat pasang air laut sejak Kamis pagi yang menyebabkan genangan setinggi 10 hingga 15 sentimeter. Meski terjadi genangan di sejumlah titik, aktivitas pengunjung kawasan wisata Ancol dilaporkan tetap berjalan dengan pengaturan akses tertentu.
Banjir rob terjadi selama dua hari berturut-turut di kawasan Ancol dan Muara Baru, Jakarta Utara, setelah pasang air laut meningkat. Genangan dengan ketinggian bervariasi dilaporkan muncul di beberapa titik pesisir, termasuk area dekat pintu marina Ancol. Pihak pengelola kawasan menyampaikan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari siklus pasang surut laut yang memengaruhi wilayah pesisir Jakarta.
Genangan air menyebabkan sebagian akses di kawasan Ancol harus ditutup sementara, terutama area yang berbatasan langsung dengan laut. Pintu marina ditutup untuk mengantisipasi risiko peningkatan ketinggian air. Meski demikian, akses utama untuk pengunjung tetap dibuka dan aktivitas wisata masih berlangsung dengan pengawasan petugas.
Di Muara Baru, kondisi tanggul laut menjadi perhatian karena mengalami kebocoran yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir. Tekanan air laut pada saat pasang tinggi menyebabkan air masuk ke area pelabuhan hingga menimbulkan genangan pada Kamis sore dan malam hari.
Pihak pengelola Ancol melakukan langkah mitigasi darurat berupa pemasangan karung pasir sebagai tanggul sementara untuk menahan masuknya air laut ke area wisata. Petugas juga menyiagakan pompa untuk mempercepat pengaliran genangan.
Di Muara Baru, warga dan instansi terkait melakukan pemantauan terhadap kondisi tanggul yang mengalami kebocoran. Informasi terakhir menunjukkan bahwa tekanan air laut terus meningkat sehingga perlu dilakukan penanganan permanen agar risiko banjir lebih luas dapat diminimalkan.
Fenomena banjir rob yang terjadi di kawasan pesisir Jakarta merupakan dampak dari pasang laut tinggi yang terjadi secara berkala. Kondisi ini memengaruhi aktivitas masyarakat, kawasan wisata, serta jalur logistik di wilayah pelabuhan.
Kebocoran tanggul di Muara Baru menambah kekhawatiran warga mengingat potensi jebolnya tanggul dapat berdampak pada area lebih luas. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya perbaikan infrastruktur pesisir, termasuk tanggul penahan air, sistem pompa, dan jalur drainase.
Pihak pengelola kawasan wisata dan otoritas terkait masih melakukan pemantauan intensif terhadap perkembangan kondisi air laut. Evaluasi akses pengunjung dilakukan secara berkala, sementara masyarakat pesisir diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan air rob seiring perubahan kondisi cuaca.










