Banjir Rendam Kawasan Kemang Pada Kamis 30 Desember 2025, Aktivitas Warga Lumpuh Hingga Dini Hari

banner 468x60

KawanJariNews.com – Jakarta, 1 November 2025 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta Selatan pada Kamis sore, 30 Oktober 2025, menyebabkan kawasan Kemang Raya terendam banjir cukup parah. Ketinggian air mencapai lebih dari satu meter di sejumlah titik, mengakibatkan aktivitas warga lumpuh total hingga dini hari.

Banjir mulai terjadi sekitar pukul 16:00 WIB, ketika aliran air dari Kali Krukut meluap ke permukaan jalan. Arus deras membuat beberapa kendaraan roda dua terseret, dan sejumlah warga yang masih berada di kawasan pertokoan serta perkantoran harus dievakuasi menggunakan perahu karet.

Menurut keterangan warga di sekitar lokasi, genangan mulai meningkat pesat dalam waktu kurang dari satu jam setelah hujan turun. “Air tiba-tiba naik cepat sekali. Kami tidak sempat menyelamatkan kendaraan di basement, semuanya sudah tergenang,” ungkap salah seorang warga yang tinggal di kawasan Kemang Timur.

Petugas gabungan dari Dinas Sumber Daya Air (SDA), Damkar, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) segera diterjunkan untuk menangani situasi. Sejumlah pompa portable dan alat berat digunakan untuk mempercepat proses penyedotan air. Meski demikian, hingga Jumat dini hari air masih menggenangi sebagian besar ruas jalan dan area basement gedung-gedung di Kemang.

Kondisi banjir kali ini terbilang cukup serius karena selain merendam jalan utama, air juga masuk ke sejumlah restoran, apotek, dan perkantoran di kawasan tersebut. Beberapa warga sempat terjebak di dalam gedung sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh petugas.

Dugaan sementara, penyebab utama banjir diakibatkan oleh meluapnya aliran Kali Krukut yang melintasi kawasan Kemang, diperparah dengan jebolnya turap penahan air di sekitar wilayah tersebut. Kondisi ini membuat volume air meningkat tajam dalam waktu singkat.

Baca Juga  Kebakaran Gudang Plastik di Cengkareng Belum Padam Setelah Lebih dari 20 Jam

Sementara itu, arus lalu lintas di sepanjang Jalan Kemang Raya dan sekitarnya terhenti total. Petugas kepolisian melakukan pengalihan arus ke arah Mampang dan Bangka untuk mencegah kemacetan lebih parah.

Warga berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem drainase dan memperkuat tanggul sungai agar kejadian serupa tidak terus berulang. Kawasan Kemang memang dikenal rawan banjir setiap kali curah hujan tinggi, namun kali ini dampaknya dinilai lebih luas dan merugikan banyak pihak.

Banjir yang terjadi di Kemang malam itu menjadi sinyal penting perlunya evaluasi serius terhadap sistem penanganan bencana di wilayah padat aktivitas ekonomi tersebut. Investigasi mendalam diperlukan untuk memastikan penyebab utama dan kelemahan koordinasi antarinstansi dalam penanganan cepat di lapangan.

Baca juga: Presiden Prabowo Serukan Penguatan Kepercayaan dan Kolaborasi Asia Pasifik di Forum APEC 2025

Baca juga: KPK Selidiki Dugaan Korupsi Proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *