DONNY ANDRETTI, KETUA UMUM FERADI WPI: TEGAS, BERANI, DAN LOYAL MEMBELA ANGGOTA, NAMUN TETAP LEMBUT DAN MENGANDALKAN TUHAN

banner 468x60

KawanJariNew.com– JAKARTA — Menjadi seorang pemimpin organisasi bukan hanya tentang memiliki jabatan, memberikan arahan, atau mengambil keputusan. Lebih dari itu, kepemimpinan juga diuji ketika anggota menghadapi persoalan, membutuhkan perlindungan, dan berharap ada seseorang yang bersedia berdiri bersama mereka. Gambaran tersebut menjadi bagian dari kesaksian sejumlah anggota FERADI WPI mengenai sosok Ketua Umum mereka, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.MD., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX.

Di lingkungan FERADI WPI, Donny dikenal dengan karakter tegas, lugas, berani, dan memiliki loyalitas tinggi terhadap anggota maupun pengurus organisasi. Bahkan, sebagian anggota menggambarkan keberaniannya dengan istilah “nekad” ketika menghadapi situasi yang dinilai mengancam keselamatan atau kepentingan anggota. Namun, di balik karakter keras tersebut, mereka juga menggambarkan Donny sebagai sosok yang memiliki sisi lembut, penyayang, senang membimbing, dan selalu mengingatkan pentingnya mengandalkan Tuhan dalam setiap perjuangan.

Berbagai pengalaman yang disampaikan anggota memperlihatkan bagaimana mereka memaknai kepemimpinan Donny, mulai dari pendampingan ketika menghadapi ancaman kekerasan, pengawalan persoalan hukum, pembentukan tim advokasi, hingga dukungan pendidikan dan kesempatan bekerja di bidang hukum.

DATANG KETIKA ANGGOTA MEMBUTUHKAN PERTOLONGAN

Salah satu kesaksian datang dari Yoshua Rivaldo, S.H., S.K.M., M.H., Sekretaris Jenderal V DPP FERADI WPI. Ia menceritakan pengalaman ketika dirinya mengalami kekerasan di sebuah tempat hiburan malam dan segera menghubungi Ketua Umum FERADI WPI untuk meminta bantuan.

Menurut Yoshua, Donny langsung datang setelah menerima laporan tersebut. Saat itu, mereka berjumlah empat orang dan menghadapi situasi yang menurut kesaksiannya melibatkan puluhan orang yang diduga hendak melakukan pengeroyokan.

Yoshua mengaku terkesan karena Donny tidak meninggalkan anggota yang sedang menghadapi ancaman. Ia menyebut Ketua Umum FERADI WPI tersebut justru datang dan mengambil sikap untuk memberikan perlindungan.

“Saya bangga sebagai anggota sekaligus Sekretaris Jenderal V FERADI WPI memiliki sosok Ketua Umum yang luar biasa dalam membela anggotanya. Ketika saya mengalami kekerasan dan melaporkannya kepada beliau, Pak Donny langsung datang. Loyalitas dan keberanian beliau dalam membela anggota benar-benar saya rasakan sendiri,” ujar Yoshua kepada rekan-rekan wartawan.

Bagi Yoshua, pengalaman tersebut menjadi salah satu alasan dirinya memiliki kebanggaan terhadap sosok pemimpin yang menurutnya tidak hanya memberikan instruksi dari jauh, tetapi juga bersedia hadir ketika anggota membutuhkan dukungan.

MENDAMPINGI MASYARAKAT DI TENGAH SITUASI YANG MENEGANGKAN

Kesaksian berikutnya disampaikan Markus. Ia mengingat suatu peristiwa ketika mendampingi Donny membantu seorang nenek di Semarang yang menurut keterangannya menghadapi persoalan sengketa kepemilikan tempat tinggal.

Markus menyebut kediaman nenek tersebut saat itu ditempati sekelompok orang yang diduga merupakan oknum preman. Dalam kegiatan pendampingan tersebut, rombongan mereka berjumlah enam orang, sedangkan pihak yang berada di lokasi disebut berjumlah sekitar 50 orang.

Menurut Markus, situasi sempat menegangkan karena rombongan mereka dikepung oleh sejumlah orang. Namun, Donny tetap berusaha mengupayakan penyelesaian persoalan melalui jalur mediasi sehingga permasalahan tersebut dapat dibicarakan tanpa terjadi bentrokan fisik.

“Waktu itu saya mendampingi Ketum menolong seorang nenek di Semarang. Kami hanya berenam, sementara di lokasi ada sekitar 50 orang yang mengepung. Saya melihat sendiri Pak Donny tetap berani dan tidak mundur. Pada akhirnya, persoalan tersebut dapat dimediasi tanpa pertumpahan darah,” tutur Markus kepada rekan-rekan media.

Baca Juga  Silvia Rinita Harefa Mendadak Jadi Sorotan di Tengah Polemik Gus Yaqut di Rutan KPK

Bagi Markus, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keberanian seorang pemimpin tidak selalu harus diwujudkan melalui konfrontasi. Upaya mengendalikan situasi dan mengarahkan persoalan menuju penyelesaian yang lebih aman juga merupakan bagian dari tanggung jawab pendampingan.

TEGAS MENGAWAL DUGAAN EKSEKUSI LIAR KENDARAAN

Kesaksian lainnya disampaikan Arifin. Ia menceritakan pengalaman ketika mendampingi klien yang kendaraan Mitsubishi Pajero miliknya diduga dieksekusi secara tidak sah oleh oknum debt collector (DC).

Menurut Arifin, dalam peristiwa tersebut dirinya sempat menghadapi ancaman pengeroyokan. Setelah menerima informasi, Donny yang saat itu berada di luar kota disebut segera menyusul dan mengambil langkah pendampingan hukum.

Arifin menyampaikan bahwa Donny mendorong agar dugaan keterlibatan oknum aparat yang disebut menjadi beking diproses melalui mekanisme pengaduan kepada Propam, sementara dugaan perampasan kendaraan dilaporkan kepada kepolisian.

Arifin juga menceritakan pengalaman lain ketika mendampingi seorang perempuan yang menurut keterangannya diduga mengalami tekanan saat menjalani pemeriksaan dalam suatu perkara. Ia menyebut Donny mengambil sikap tegas ketika melihat klien tersebut merasa terpojok.

“Saya melihat sendiri bagaimana Ketum membela klien. Ketika ada persoalan yang menurut kami perlu diluruskan, beliau tidak tinggal diam. Pak Donny langsung mendorong agar dugaan pelanggaran diproses melalui jalur hukum. Bagi saya, beliau totalitas dalam mendampingi anggota maupun klien,” ujar Arifin kepada rekan-rekan media.

Arifin menilai keberanian Donny tidak hanya ditunjukkan ketika membela anggota organisasi, tetapi juga ketika memperjuangkan kepentingan klien yang membutuhkan pendampingan hukum.

MEMPERJUANGKAN HAK KLIEN HINGGA KENDARAAN DIKEMBALIKAN

Pengalaman serupa juga disampaikan Wilma. Ia mengaku pernah menemani Donny mendampingi seorang perempuan yang mengalami kesulitan mengambil kembali kendaraan yang tercatat atas namanya dalam dokumen kendaraan.

Menurut Wilma, perempuan tersebut telah berada di sebuah kantor kepolisian di wilayah yang dalam keterangannya disebut sebagai “Konoha” sejak pagi hingga sore, tetapi kendaraan belum juga dikembalikan.

Wilma menyebut situasi kemudian semakin menegangkan ketika sejumlah orang datang dan perempuan tersebut diduga mendapat tekanan verbal serta perlakuan yang membuatnya merasa terpojok.

Melihat kondisi tersebut, menurut kesaksian Wilma, Donny menyampaikan secara tegas bahwa dugaan pelanggaran oleh pihak-pihak terkait akan dilaporkan melalui jalur hukum, termasuk mekanisme pengaduan kepada Propam apabila terdapat dugaan keterlibatan oknum aparat.

Wilma mengaku kendaraan tersebut kemudian dikembalikan kepada perempuan yang namanya tercantum dalam dokumen kendaraan dalam waktu relatif singkat setelah penyampaian keberatan tersebut.

“Saya menyaksikan sendiri bagaimana Pak Donny berusaha membela ibu tersebut. Beliau menyampaikan dengan tegas bahwa apabila terdapat pelanggaran, semuanya harus diproses melalui jalur hukum. Saya bangga bisa mendampingi beliau karena menurut saya, beliau benar-benar menunjukkan kepedulian kepada orang yang sedang membutuhkan pertolongan,” ungkap Wilma kepada rekan-rekan wartawan.

Kesaksian Wilma menggambarkan bagaimana ia memaknai ketegasan Donny dalam memperjuangkan hak klien. Meski demikian, setiap dugaan pelanggaran dalam peristiwa tersebut tetap memerlukan pemeriksaan dan pembuktian oleh pihak yang berwenang.

TIDAK MEMBIARKAN ANGGOTA YANG MENJADI KORBAN BERJUANG SENDIRIAN

Revan Pratama Wijaya, Wakil Ketua Umum DPP FERADI WPI, juga menyampaikan kesaksiannya mengenai respons Donny ketika terdapat anggota organisasi yang mengalami dugaan tindak kekerasan.

Baca Juga  Sukindar Apresiasi Dukungan Beasiswa Pelatihan Perpajakan dari FERADI WPI

Ia menceritakan bahwa ketika seorang advokat FERADI WPI mengalami pembacokan, Donny disebut langsung datang meskipun harus menempuh perjalanan lintas provinsi. Tidak hanya itu, Donny juga menggerakkan jajaran pengurus untuk hadir dan membentuk tim advokasi guna memberikan pendampingan hukum kepada anggota yang menjadi korban.

Revan turut mengungkapkan pengalaman ketika terdapat pengurus FERADI WPI yang menurut keterangannya mengalami dugaan penculikan dan pengeroyokan. Dalam peristiwa tersebut, Donny disebut kembali turun langsung mendampingi dan mengoordinasikan pembentukan tim advokasi.

Revan mengaku dirinya ditunjuk untuk memimpin tim advokasi dalam penanganan perkara tersebut.

“Ketika ada anggota atau pengurus yang mengalami persoalan serius, Pak Donny tidak hanya memberikan instruksi. Beliau ikut hadir, menggerakkan pengurus, dan membentuk tim advokasi. Saya bangga memiliki Ketua Umum yang menunjukkan kepedulian nyata kepada anggotanya,” ujar Revan kepada rekan wartawan.

Menurut Revan, sikap tersebut memberikan rasa kebersamaan dan menunjukkan bahwa anggota organisasi tidak dibiarkan menghadapi persoalan sendirian.

BUKAN HANYA MEMBELA, TETAPI JUGA MEMBIMBING DAN MEMBUKA KESEMPATAN

Di balik kesaksian mengenai keberanian dan ketegasan Donny, terdapat pula cerita tentang perhatian terhadap perkembangan kehidupan anggota.

Nano menyampaikan bahwa dirinya merasakan perubahan kondisi ekonomi setelah mendapatkan bimbingan dari Donny. Ia mengaku memperoleh kesempatan pekerjaan di bidang hukum melalui lingkungan FERADI WPI.

Menurut Nano, Donny tidak hanya memberikan arahan mengenai organisasi, tetapi juga membimbing dan memberikan kesempatan kepada anggota untuk mengembangkan kemampuan serta memperoleh pengalaman.

“Saya berterima kasih karena Ketum membimbing saya. Sekarang kondisi ekonomi saya jauh lebih baik, bahkan melalui FERADI WPI saya mendapatkan kesempatan pekerjaan di bidang hukum. Bagi saya, beliau bukan hanya pemimpin organisasi, tetapi juga sosok yang tulus membimbing anggotanya,” ujar Nano kepada rekan media.

Kesaksian tersebut memperlihatkan sisi lain dari kepemimpinan Donny, yakni perhatian terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian anggota.

MEMBERIKAN DUKUNGAN PENDIDIKAN HINGGA MENJADI ADVOKAT

Eko juga menyampaikan pengalamannya mengenai dukungan Donny dalam perjalanan pendidikan profesi advokat.

Ia mengaku mendapatkan dukungan berupa beasiswa penuh atau pembebasan biaya untuk mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Ujian Profesi Advokat (UPA), hingga proses penyumpahan advokat.

Menurut Eko, dukungan tersebut menjadi salah satu faktor yang membantunya memperoleh kesempatan untuk menempuh proses menuju profesi advokat.

“Saya menjadi advokat berkat dukungan dan dorongan Pak Donny Andretti. Bahkan, saya mendapatkan beasiswa penuh atau digratiskan untuk mengikuti PKPA, UPA, sampai proses penyumpahan advokat. Sekarang saya dapat menjalankan praktik sebagai pengacara berkat kesempatan dan dukungan tersebut,” ungkap Eko kepada rekan wartawan.

Bagi Eko, bantuan pendidikan yang diberikan Donny bukan hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga kesempatan untuk meningkatkan kualitas diri dan membangun masa depan profesional di bidang hukum.

MEMBELA ANGGOTA MELALUI TIM ADVOKASI DAN PENGAWALAN PEMBERITAAN

Kesaksian berikutnya datang dari Dedy. Ia menceritakan bahwa dirinya pernah menghadapi persoalan yang menurutnya berpotensi mengarah pada kriminalisasi, karena perkara yang dinilainya merupakan persoalan perdata diduga hendak diproses sebagai perkara pidana.

Baca Juga  GPPMI Pertanyakan Penanganan Laporan Andreas Ginting di Polres Metro Jakarta Selatan

Dedy menyampaikan bahwa Donny segera membentuk tim lawyer untuk memberikan pendampingan hukum. Selain itu, Donny juga disebut mengoordinasikan anggota Ikatan Wartawan Jagat Raya Indonesia (KAWAN JARI) untuk melakukan pengawalan informasi terhadap perkembangan perkara tersebut.

Menurut Dedy, langkah itu membuat dirinya merasa memperoleh dukungan yang lebih luas dalam menghadapi persoalan hukum.

“Saya merasa sangat terbantu ketika menghadapi persoalan tersebut. Pak Donny langsung membentuk tim lawyer untuk mendampingi dan membela saya. Beliau juga menggerakkan rekan-rekan KAWAN JARI untuk ikut mengawal perkembangan perkara. Saya bangga memiliki Ketua Umum yang peduli terhadap anggota dan pengurusnya,” ujar Dedy kepada rekan media.

Pengawalan pemberitaan, sebagaimana disampaikan dalam kesaksian tersebut, tetap harus dilaksanakan dengan memperhatikan verifikasi, keberimbangan, independensi redaksi, dan Kode Etik Jurnalistik.

KERAS DALAM PRINSIP, LEMBUT DALAM HUBUNGAN KEMANUSIAAN

Berbagai kesaksian tersebut memperlihatkan gambaran Donny Andretti dari sudut pandang anggota dan pengurus yang pernah berinteraksi dengannya dalam situasi berbeda.

Ada yang mengenalnya melalui pengalaman ketika menghadapi ancaman kekerasan. Ada pula yang mengenalnya melalui pendampingan perkara, dukungan pendidikan, pembinaan, dan kesempatan memperoleh pekerjaan.

Dari berbagai cerita itu, muncul satu gambaran yang berulang: Donny dinilai sebagai pemimpin yang tidak hanya mengandalkan instruksi, tetapi juga berusaha hadir ketika anggota membutuhkan dukungan.

Namun, ketegasan dalam membela anggota bukan berarti mengabaikan hukum atau membenarkan tindakan konfrontatif. Bagi seorang advokat dan pemimpin organisasi hukum, keberanian harus tetap berjalan bersama kecermatan, etika profesi, penghormatan terhadap hak setiap pihak, serta penggunaan mekanisme hukum yang sah.

Dalam pandangan Donny, keberanian dan ketegasan harus disertai kesadaran bahwa setiap perjuangan memiliki tanggung jawab.

“Kita harus berani ketika melihat ketidakadilan, tetapi jangan pernah meninggalkan hukum dan Tuhan. Membela anggota bukan berarti kita boleh bertindak di luar aturan. Kita harus tetap mengedepankan kebenaran, menjaga integritas, dan memperjuangkan hak melalui cara-cara yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Donny.

MENGANDALKAN TUHAN DALAM SETIAP PERJUANGAN

Satu hal yang juga berulang dalam berbagai kesaksian anggota adalah keyakinan Donny terhadap pertolongan Tuhan. Bagi dirinya, keberanian, kesempatan, kemampuan, dan keberhasilan dalam menjalankan tanggung jawab bukan semata-mata hasil kekuatan pribadi.

Nilai spiritual tersebut menjadi bagian dari pesan yang ingin dibangun dalam kepemimpinannya di FERADI WPI. Ia mengingatkan bahwa jabatan, pengetahuan, dan kemampuan seharusnya digunakan untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

Bagi anggota yang pernah mendapatkan bantuan maupun bimbingannya, perhatian tersebut menjadi pengalaman yang mereka kenang sebagai bentuk kepedulian seorang pemimpin.

Pada akhirnya, profil Donny Andretti bukan hanya dibangun melalui jabatan Ketua Umum FERADI WPI atau gelar profesional yang disandangnya, tetapi juga melalui kesaksian orang-orang yang mengaku pernah mendapatkan pendampingan, perlindungan, pendidikan, dan kesempatan untuk berkembang.

Tegas ketika prinsip harus dipertahankan. Berani ketika anggota membutuhkan pembelaan. Loyal dalam menjaga persaudaraan. Lembut dalam membimbing. Dan senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap perjuangan.

Itulah gambaran Adv. Donny Andretti menurut kesaksian sejumlah anggota dan pengurus FERADI WPI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *