KawanJariNews.com – SEMARANG – Kesenian tradisional jaran kepang ditampilkan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah di Desa Randugunting, Kelurahan Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang, Selasa (16/6/2026).
Pertunjukan tersebut menjadi bagian dari kegiatan budaya masyarakat setempat yang rutin digelar untuk memperingati momentum pergantian tahun baru Islam. Kegiatan berlangsung sejak pukul 11.00 WIB hingga sekitar pukul 18.00 WIB dan dihadiri warga dari berbagai wilayah di sekitar Kecamatan Bergas.
Ketua kelompok kesenian setempat, Gigih Prasetyawan, mengatakan jaran kepang merupakan salah satu kesenian tradisional yang masih dipertahankan keberadaannya di Desa Randugunting. Kelompok yang dipimpinnya telah lama aktif menampilkan pertunjukan dalam berbagai kegiatan masyarakat, termasuk peringatan hari besar keagamaan dan acara hajatan warga.
Dalam pertunjukan tersebut, para pemain menampilkan sejumlah tarian yang diiringi musik tradisional. Selain itu, panitia juga menghadirkan hiburan musik untuk melengkapi rangkaian acara.
Sejumlah kreator konten dan pegiat media sosial terlihat hadir untuk mendokumentasikan jalannya kegiatan. Kehadiran mereka menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kegiatan budaya lokal kepada masyarakat yang lebih luas melalui platform digital.
Berdasarkan pantauan di lokasi, penonton yang hadir berasal dari berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Mereka menyaksikan pertunjukan hingga acara berakhir pada sore hari.
Salah seorang pengunjung, Ayu, warga Perumahan Randusari, mengaku rutin menghadiri kegiatan tersebut setiap tahun. Menurutnya, pertunjukan jaran kepang menjadi salah satu hiburan budaya yang masih diminati masyarakat.
Hal senada disampaikan David, seorang pelajar yang datang bersama keluarganya. Ia mengaku senang dapat menyaksikan secara langsung pertunjukan kesenian tradisional yang jarang ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Jaran kepang merupakan salah satu kesenian tradisional yang berkembang di berbagai daerah di Pulau Jawa. Pertunjukan ini dikenal dengan perpaduan unsur tari, musik tradisional, dan atraksi budaya yang menjadi daya tarik bagi masyarakat.
Kegiatan peringatan 1 Muharram di Randugunting diharapkan dapat menjadi sarana pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat melalui kegiatan seni dan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun.










