Gadai Rumah demi Pendidikan: Perjuangan Bripka Syamsuddin Mendirikan Sekolah Gratis untuk Anak-anak Yatim

banner 468x60

kawanjarinews.com – Ruteng, 5 Januari 2025 – Bripka Syamsuddin, anggota Bagops Polres Manggarai, telah membuktikan komitmennya untuk meningkatkan pendidikan bagi anak-anak yang kurang mampu di Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT, melalui pendirian sekolah gratis yang ia dirikan bersama istrinya, Rini Mulyasari. Sejak 2019, sekolah ini beroperasi di bawah yayasan Fii Sabilillah Mis Deen Assalam dan Darautaul Athfal Deen Assalam, dan kini telah memberikan pendidikan bagi ratusan siswa tanpa dipungut biaya.

Doc. Bripka Syamsuddin bersama istrinya, Rini Mulyasari, di depan salah satu sekolah gratis yang mereka dirikan di Cuncalawar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Foto ini menggambarkan semangat perjuangan pasangan ini dalam memberikan pendidikan kepada anak-anak yatim dan yang tidak mampu. Meski menghadapi berbagai tantangan, mereka tetap berkomitmen untuk membantu anak-anak agar tidak putus sekolah, dengan mendirikan dua sekolah yang kini telah mendidik ratusan siswa tanpa dipungut biaya. (Ruteng, 5 Januari 2025).

Bripka Syamsuddin mendirikan dua sekolah gratis dengan tujuan untuk membantu anak yatim dan yang tidak mampu agar tidak putus sekolah. Sekolah ini telah berjalan sejak 2019, namun proses pendirian dan operasionalnya tidak semulus yang dibayangkan.

Sekolah gratis ini terletak di Cuncalawar, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, NTT. Pendirian sekolah dimulai pada tahun 2019, dan kini telah berkembang dengan jumlah siswa yang terus bertambah.

Bripka Syamsuddin bersama istrinya, Rini Mulyasari, mendirikan dan mengelola sekolah tersebut. Bripka Syamsuddin adalah anggota Polres Manggarai yang sangat peduli dengan pendidikan anak-anak yang kurang mampu. Kapolres Manggarai, AKBP Edwin Saleh, juga memberikan apresiasi terhadap perjuangan Bripka Syamsuddin.

Bripka Syamsuddin mendirikan sekolah ini karena pengalaman pribadinya saat SMA, di mana ia sempat berpikir untuk putus sekolah setelah ayahnya meninggal. Melihat banyak anak yatim di sekitar yang berpotensi putus sekolah, ia bertekad membantu mereka dengan mendirikan sekolah gratis.

Baca Juga  Hilal 1 Syawal 1447 H Diprediksi Sulit Terlihat di Jakarta, LF PWNU DKI Jakarta Tunggu Hasil Sidang Itsbat

Proses pendirian sekolah ini tidak mudah. Bripka Syamsuddin menggunakan gajinya untuk membiayai operasional sekolah dan bahkan menggadaikan rumah untuk menutupi kekurangan biaya. Istrinya, Rini, turut membantu dengan berjualan kue untuk menambah penghasilan. Bahan-bahan bangunan dan permainan anak di sekolah pun didapatkan dari barang bekas yang mereka kumpulkan dari bengkel, yang kemudian disulap menjadi alat permainan.

Bripka Syamsuddin berjanji akan terus berjuang untuk pendidikan anak-anak, meski harus menghadapi berbagai rintangan. “Sekuat tenaga saya akan berjuang untuk pendidikan anak-anak,” ungkapnya. Rini pun bangga dengan perjuangan suaminya dan berharap sekolah ini dapat terus berkembang.

Sekolah yang didirikan oleh Bripka Syamsuddin kini telah mendapatkan akreditasi B dan pernah menjuarai kejuaraan tingkat nasional. Kapolres Manggarai AKBP Edwin Saleh mengapresiasi perjuangan Bripka Syamsuddin dan berharap ia diberi kesempatan untuk naik pangkat. “Sebagai orang tua saya bangga terhadap apa yang telah dilakukan oleh Bripka Syamsuddin,” ujar AKBP Edwin.

Baca juga: Pelayanan Puskesmas Klari Dipertanyakan, Keluarga Raihan Adi Tama Utarakan Kekecewaan

Baca Juga: Perjanjian Antara Pihak Keluarga Almarhum Raihan (5th) Dan Pihak Puskesmas Klari Tidak Memenuhi Unsur-Unsur Perjanjian

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *