Banjir Kembali Rendam Sejumlah Wilayah Jabodetabek, Warga Bertahan dan Infrastruktur Terkendala

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jakarta, 8 Juli 2025 — Hujan deras yang mengguyur wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir kembali menyebabkan banjir di sejumlah titik. Salah satu wilayah terdampak paling serius adalah permukiman Kebon Pala, Jatinegara, Jakarta Timur, yang kembali terendam pada Selasa dini hari setelah sebelumnya sempat surut.

Banjir dengan ketinggian air hingga 60 cm atau setinggi paha orang dewasa kembali merendam Kebon Pala, Jatinegara. Banjir disebabkan oleh kombinasi tingginya curah hujan dan meluapnya aliran Kali Ciliwung, yang kerap menjadi pemicu genangan di wilayah tersebut.

Warga setempat yang sebelumnya telah membersihkan rumah pasca-banjir pertama, kembali harus bertahan di lantai dua rumah mereka. Meski perahu karet milik BPBD sempat terlihat, belum tampak aktivitas evakuasi masif di lokasi. Warga cenderung memilih untuk bertahan di rumah masing-masing, sambil mengamankan kendaraan mereka ke lokasi yang lebih tinggi.

Selain Kebon Pala, sejumlah lokasi lain di wilayah Jabodetabek juga dilanda banjir:

  • Jalan Patra Raya, Duri Kepa, Jakarta Barat: Terendam akibat luapan Kali Sekretaris. Banyak pengendara motor yang mogok, dan petugas PPSU dikerahkan untuk membantu lalu lintas.
  • Jalan Daan Mogot KM 13, Cengkareng: Banjir setinggi 30 cm memaksa pengendara mencari jalur alternatif. Mesin pompa penyedot air dilaporkan mengalami kendala.
  • Perumahan Taman Mangu Indah, Tangerang Selatan: Genangan mencapai 1 meter akibat jebolnya tanggul pembatas Kali Cantika. Warga mengungsi ke masjid dan akses Jalan Ceger Raya lumpuh total.
  • Perumahan Puri Bintaro Indah, Ciputat: Air meluap dari anak Kali Angke. Sekitar 250 KK terdampak, dengan ketinggian air lebih dari 1 meter. BPBD melakukan evakuasi dan distribusi bantuan.
  • Kampung Bunga Karanggang Mawar 6, Bekasi Timur: Terendam hingga 1,5 meter akibat luapan Kali Bekasi. Wilayah Rawa Panjang, Lengkak, dan Teluk Pucung juga terdampak. Warga bertahan di lantai dua rumah.
Baca Juga  Siswa SDN Kayuringin Jaya 16 Bekasi Terpaksa Belajar Lesehan Pasca Banjir, Meja Dan Kursi Rusak Parah

Banjir mulai merendam beberapa titik sejak Senin malam (7/7) dan berlanjut hingga Selasa pagi. Di beberapa lokasi seperti Ciputat dan Bekasi Timur, air masih belum surut akibat aliran kiriman dari Bogor serta tanggul yang tidak mampu menahan debit air.

Banjir disebabkan oleh kombinasi intensitas hujan tinggi, luapan sungai, serta infrastruktur drainase yang belum memadai. Beberapa wilayah seperti Tangerang Selatan dan Bekasi Timur dikenal sebagai langganan banjir, terutama karena kedekatannya dengan aliran sungai besar yang mudah meluap saat hujan deras.

BPBD DKI Jakarta, Tangerang Selatan, dan Bekasi telah mengerahkan perahu karet, tim evakuasi, serta bantuan logistik seperti makanan siap saji. Namun, di beberapa titik seperti Kebon Pala dan Cengkareng, warga masih mengandalkan inisiatif sendiri karena keterbatasan personel dan peralatan.

Baca juga: Polisi Tangkap 6 Pelaku Pembunuhan Notaris di Bekasi, Termasuk Sopir Pribadi Korban

Baca juga: Kerja Sama Pajak Indonesia–Tiongkok, Fokus pada Kepatuhan dan Teknologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *