Diduga Pamer Senjata Api dan Ngaku “Ring Satu Istana”, Seorang Pria Tuai Kecaman Warga di Depok

banner 468x60

kawanjarinews.com – Depok – Sebuah video viral di media sosial menampilkan seorang pria yang diduga memamerkan senjata api sambil mengaku sebagai anggota “ring satu istana” saat terlibat cekcok dengan warga di kawasan Depok, Jawa Barat. Insiden yang terjadi dalam konteks sengketa lahan ini memicu ketakutan warga dan tengah menjadi sorotan publik serta aparat penegak hukum.

Dalam rekaman video yang beredar luas, tampak seorang pria bertubuh gempal terlibat adu argumen dengan sejumlah warga. Saat perdebatan memanas, pria tersebut tiba-tiba mengangkat bajunya dan menunjukkan benda yang diduga senjata api dari balik pinggangnya. Tak hanya itu, ia juga mengklaim sebagai bagian dari “ring satu istana”, istilah yang merujuk pada orang-orang dekat lingkaran kekuasaan nasional.

Aksi tersebut terjadi ketika pria itu mempertanyakan keberadaan barang-barangnya di dalam sebuah rumah yang akan digusur oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. Kejadian ini menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat.

Pelaku dalam video belum secara resmi diidentifikasi oleh pihak kepolisian. Warga sekitar menyebut pria tersebut baru beberapa tahun terakhir menetap di wilayah tersebut dan dikenal memiliki usaha penjualan sapi. Identitas dan latar belakang klaimnya sebagai bagian dari “ring satu istana” masih menjadi misteri dan menuai keraguan dari warga.

Peristiwa ini terjadi di salah satu kawasan permukiman di Kota Depok, Jawa Barat. Meski tanggal pasti belum dikonfirmasi, rekaman video tersebut mulai beredar dan menjadi viral di media sosial sejak awal Juli 2025.

Penggunaan atau pameran senjata api di ruang publik, terlebih jika tidak dilengkapi izin resmi, merupakan pelanggaran hukum yang serius. Ditambah lagi, pengakuan sebagai bagian dari “ring satu istana” menimbulkan kekhawatiran akan potensi penyalahgunaan kekuasaan dan intimidasi terhadap warga sipil. Kejadian ini juga terjadi dalam konteks penggusuran, yang kerap menjadi isu sensitif di berbagai daerah.

Baca Juga  Investigasi Independen Ungkap Dugaan 16 Pelaku dalam Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andri Yunus

Warga setempat mengaku panik dan merasa terancam. Salah seorang warga menyatakan, “Saya juga panik, Pak. Lah kok ini ngangkat-ngangkat baju ada pistol. Saya rasa ngeri juga.” Banyak warga mempertanyakan legalitas kepemilikan senjata pelaku serta klaimnya sebagai pejabat atau pengawal istana.

Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan pernyataan resmi. Namun, penyelidikan lebih lanjut diperkirakan akan dilakukan untuk memverifikasi identitas pelaku, legalitas senjata api yang ditunjukkan, dan motif di balik klaim keanggotaannya dalam lingkungan “ring satu.”

Insiden di Depok ini kembali menyoroti pentingnya penegakan hukum terhadap aksi intimidatif di masyarakat, terlebih jika disertai penggunaan senjata dan penyalahgunaan klaim kekuasaan. Masyarakat berharap aparat kepolisian bertindak tegas dan transparan demi menjamin rasa aman dan keadilan bagi seluruh warga.

Baca juga: Menkeu: Target Penerimaan Pajak 2025 Terancam Tak Tercapai, Pemerintah Siapkan Langkah Strategis

Baca juga: Aksi Damai Tolak Kebijakan Zero ODOL Berujung Ketegangan di Depan Kantor Kemenhub

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *