KawanJariNews.com – SURABAYA — Ketua Umum DPP Organisasi Advokat Paralegal FERADI WPI, Adv. Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., memberikan apresiasi terhadap kiprah Hendra Sihombing, S.H., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., yang menjabat sebagai Wakil Ketua Umum X DPP FERADI WPI. Menurut Donny, Hendra merupakan salah satu kader organisasi yang memiliki keberanian, keteguhan, loyalitas, dan komitmen dalam menjalankan aktivitas advokasi maupun tanggung jawab organisasi.
Hendra Sihombing berdomisili di wilayah Jawa Timur dan disebut aktif menjalankan aktivitas advokasi di berbagai daerah. Selain menjalankan profesi sebagai advokat, Hendra juga dipercaya menduduki posisi strategis di jajaran DPP FERADI WPI. Ia juga mengembangkan Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan melalui pembukaan cabang di wilayah Jawa Timur untuk memberikan layanan hukum, termasuk bagi perusahaan yang membutuhkan pendampingan sebagai corporate lawyer.
“The Dragon X of FERADI WPI”
Menurut Donny Andretti, Hendra Sihombing dikenal di lingkungan FERADI WPI dengan julukan “The Dragon X of FERADI WPI” atau “Naga Ke-10 FERADI WPI.”
Donny mengatakan, julukan tersebut digunakan untuk menggambarkan penilaiannya terhadap karakter Hendra yang dinilainya berani, tangguh, dan memiliki kemauan untuk menghadapi persoalan hukum yang kompleks.
“Menurut saya, Hendra adalah salah satu kader yang berani menghadapi perkara-perkara sulit. Keberanian itu tentu harus dibarengi dengan kemampuan membaca persoalan, strategi hukum, integritas, dan tanggung jawab sebagai advokat,” ujar Donny Andretti.
Menurut Donny, karakter Hendra tersebut menjadi salah satu alasan dirinya menilai Hendra sebagai figur yang dapat diberi tanggung jawab dalam organisasi.
Pengalaman Menghadapi Beragam Persoalan Hukum
Donny juga menyampaikan bahwa Hendra memiliki pengalaman dalam menghadapi berbagai persoalan hukum dengan karakter dan tingkat kompleksitas yang beragam.
Menurut Donny, pengalaman tersebut antara lain berkaitan dengan perkara narkotika, persoalan dugaan kriminalisasi, sengketa bisnis, sengketa penguasaan lahan, perkara waris, hingga sengketa ketenagakerjaan.
“Dia sudah melewati berbagai proses dan menghadapi berbagai karakter perkara. Itu menjadi pengalaman yang penting untuk membentuk seorang advokat,” kata Donny.
Donny menilai pengalaman tersebut harus terus diikuti dengan peningkatan kompetensi dan pemahaman hukum. Menurutnya, keberanian dalam menjalankan profesi advokat tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus disertai kemampuan menganalisis persoalan, memahami fakta, menyusun strategi, serta menjalankan tugas sesuai hukum dan kode etik profesi.
Penyebutan berbagai jenis perkara tersebut merupakan bagian dari keterangan narasumber mengenai pengalaman profesional Hendra dan tidak dimaksudkan sebagai penilaian atau putusan terhadap perkara tertentu.
Loyalitas dan Tanggung Jawab di Organisasi
Sebagai Wakil Ketua Umum X DPP FERADI WPI, Hendra juga memiliki tanggung jawab dalam membantu pengembangan organisasi.
Menurut Donny, Hendra menunjukkan loyalitas terhadap FERADI WPI dan aktif membangun komunikasi dengan jajaran organisasi di berbagai daerah.
Donny menilai bahwa seorang pengurus organisasi tidak cukup hanya menjalankan fungsi administratif. Menurutnya, pengurus harus mampu hadir, membangun komunikasi dengan anggota, memahami persoalan di daerah, serta ikut mendorong penguatan struktur organisasi.
“Hendra saya lihat memiliki kemauan untuk turun dan berkomunikasi dengan jajaran di daerah. Itu penting karena organisasi harus dibangun melalui komunikasi dan kebersamaan,” ujar Donny.
Dalam berbagai kesempatan, Hendra juga menyampaikan pentingnya kontribusi anggota terhadap organisasi. Salah satu semboyan yang ia sampaikan adalah: “Bukan apa yang bisa organisasi ku berikan padaku, akan tetapi apa yang bisa aku persembahkan untuk memajukan Organisasiku tercinta FERADI WPI.”
Pernyataan tersebut merupakan pandangan pribadi Hendra mengenai kontribusi anggota terhadap organisasi.
Ketegasan yang Disertai Kepedulian
Menurut Donny, Hendra memiliki karakter tegas ketika menjalankan tanggung jawab, tetapi pada saat yang sama menunjukkan kepedulian terhadap anggota dan lingkungan organisasinya.
Donny mengatakan bahwa ketegasan dalam organisasi diperlukan untuk menjaga disiplin dan tanggung jawab, namun harus tetap disertai komunikasi serta kepedulian terhadap sesama anggota.
“Ketegasan itu penting, tetapi seorang pemimpin juga harus peduli. Organisasi akan kuat kalau anggotanya merasa menjadi bagian dari satu keluarga dan memiliki tujuan yang sama,” kata Donny.
Penilaian mengenai karakter tegas, peduli, loyal, dan berintegritas tersebut merupakan pandangan Donny Andretti terhadap Hendra Sihombing.
Bimbingan dari Ketua Umum
Hendra sendiri mengakui bahwa proses perkembangan dirinya dalam dunia advokasi dan organisasi tidak terlepas dari bimbingan Ketua Umum DPP FERADI WPI, Adv. Donny Andretti.
Menurut Hendra, arahan dan pembinaan yang diberikan Donny menjadi bagian dari proses pembelajaran dalam menghadapi berbagai persoalan hukum maupun menjalankan tanggung jawab organisasi.
“Saya berterima kasih karena selama ini digembleng langsung oleh Pak Ketum Adv. Donny Andretti. Keberanian dan strategi yang saya terapkan adalah hasil dari pembelajaran dan kepercayaan yang diberikan oleh pimpinan organisasi,” ungkap Hendra.
Pernyataan tersebut merupakan keterangan langsung dari Hendra mengenai proses pembinaan yang dijalaninya selama berada dalam lingkungan FERADI WPI.
Mengembangkan Layanan Hukum di Jawa Timur
Selain aktivitas organisasi, Hendra juga mengembangkan aktivitas profesional melalui Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan Cabang Jawa Timur.
Menurut informasi yang disampaikan kepada redaksi, kantor tersebut diarahkan antara lain untuk memberikan layanan hukum kepada perusahaan yang membutuhkan pendampingan profesional sebagai corporate lawyer.
Pengembangan layanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jaringan profesional di wilayah Jawa Timur sekaligus memberikan akses terhadap layanan hukum bagi masyarakat maupun dunia usaha sesuai kebutuhan dan ruang lingkup pendampingan yang diberikan.
Bagi Donny, pengembangan profesional seperti ini merupakan bagian dari proses seorang advokat dalam meningkatkan kapasitas sekaligus memperluas kontribusi di bidang hukum.
Keberanian Harus Berjalan Bersama Profesionalitas
Donny menegaskan bahwa keberanian merupakan salah satu karakter yang diperlukan seorang advokat ketika menjalankan tugas. Namun, menurutnya, keberanian tidak boleh dipisahkan dari profesionalitas dan tanggung jawab.
Seorang advokat, kata Donny, harus mampu menghadapi tekanan tanpa kehilangan kendali, memahami batas-batas hukum, menghormati kode etik profesi, serta memastikan setiap tindakan memiliki dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.
Prinsip tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan yang menurut Donny terus diberikan kepada jajaran FERADI WPI, termasuk Hendra Sihombing.
Dengan posisi sebagai Wakil Ketua Umum X DPP FERADI WPI, aktivitas advokasi di Jawa Timur, serta pengembangan jaringan Firma Hukum Subur Jaya dan Rekan, Hendra memiliki ruang untuk terus mengembangkan kapasitas profesional dan tanggung jawab organisasinya.
Profil yang Terus Berkembang
Bagi Donny Andretti, perjalanan Hendra Sihombing masih merupakan proses yang terus berkembang. Pengalaman menangani berbagai persoalan, pembinaan dari senior, tanggung jawab organisasi, serta aktivitas profesional menjadi bagian dari proses pembentukan karakter Hendra sebagai advokat.
Julukan “The Dragon X of FERADI WPI” atau “Naga Ke-10 FERADI WPI” merupakan bentuk penilaian dan apresiasi Donny terhadap karakter Hendra yang menurutnya berani dan memiliki keteguhan dalam menjalankan tanggung jawab.
Namun, Donny berharap keberanian tersebut terus diimbangi dengan peningkatan ilmu, pengalaman, integritas, dan profesionalitas.
“Yang paling penting adalah terus belajar. Jabatan dalam organisasi maupun profesi advokat harus dijalankan dengan tanggung jawab. Jangan berhenti meningkatkan kemampuan,” ujar Donny.
Dengan proses tersebut, Hendra diharapkan dapat terus memberikan kontribusi bagi organisasi FERADI WPI, mengembangkan profesinya sebagai advokat, serta memperluas layanan pendampingan hukum di wilayah Jawa Timur dan daerah lainnya.
Bagi Hendra Sihombing, perjalanan sebagai advokat dan pengurus organisasi merupakan proses panjang yang dibangun melalui pengalaman, pembelajaran, tanggung jawab, serta bimbingan dari para senior. Sementara bagi Donny Andretti, keberanian Hendra harus terus diarahkan menjadi kekuatan profesional yang tetap berpijak pada hukum, etika, integritas, dan tanggung jawab.










