Sopir Truk Tewas Tertimpa Dump Truk di Tanjakan Jlegong Semarang

banner 468x60

KawanJariNews.com – Seorang sopir truk bernama Santoso (45), warga Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, meninggal dunia setelah terlibat kecelakaan lalu lintas dengan dump truk bermuatan pasir di Tanjakan Jlegong, Desa Bedono, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kecelakaan terjadi ketika dump truk bermuatan pasir bernomor polisi B 9850 TYV yang dikemudikan Prayitno (60), warga Kabupaten Demak, melaju dari arah Magelang menuju Semarang. Setibanya di lokasi tanjakan Jlegong, kendaraan tersebut diduga tidak kuat menanjak hingga mesin mati.

Menurut keterangan Kepolisian, sopir sempat melakukan pengereman. Namun kendaraan justru melaju mundur. Di belakang dump truk tersebut melaju truk bak kayu bernomor polisi B 9728 TDC yang dikemudikan Santoso.

Karena jarak kedua kendaraan dinilai terlalu dekat, tabrakan tidak dapat dihindari. Benturan keras menyebabkan kedua truk terperosok ke dalam sungai dengan kedalaman kurang lebih lima meter. Truk bak kayu tertimpa dump truk bermuatan pasir, mengakibatkan Santoso terjepit di dalam kabin kendaraannya dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Kanit Gakkum Satlantas Polres Semarang, Iptu Handriani, menjelaskan proses evakuasi berlangsung hingga Minggu malam sekitar pukul 19.30 WIB.

“Proses evakuasi berlangsung cukup lama. Petugas gabungan dari Satlantas Polres Semarang, BPBD, dan Damkar masih melakukan upaya evakuasi. Sebanyak tiga unit kendaraan derek diterjunkan untuk mengangkat kedua bangkai truk dari dasar sungai,” ujar Iptu Handriani.

Ia menambahkan, proses evakuasi berdampak pada arus lalu lintas di jalur utama Jogja–Semarang. Antrean kendaraan sempat terjadi karena lokasi kejadian berada di titik rawan kemacetan.

“Untuk mengurai kemacetan, kami lakukan rekayasa lalu lintas sistem buka tutup dari dua arah selama evakuasi berlangsung,” tambahnya.

Baca Juga  Truk Overload Ganggu Lalu Lintas dan Rusak Jalan di Mantuil, Warga Minta Pengawasan Diperketat

Tanjakan Jlegong dikenal sebagai salah satu jalur dengan kemiringan cukup tinggi di wilayah Kabupaten Semarang dan kerap dilalui kendaraan berat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan risiko kecelakaan apabila kendaraan tidak dalam kondisi prima atau muatan melebihi kapasitas.

Pihak Kepolisian mengimbau para pengemudi, khususnya kendaraan bermuatan berat, untuk memastikan kondisi mesin, sistem pengereman, serta kelayakan kendaraan sebelum melintasi jalur tanjakan ekstrem guna mencegah terjadinya kecelakaan serupa.

Kepolisian masih melakukan penanganan lebih lanjut terkait insiden tersebut serta pendataan terhadap kendaraan dan pengemudi yang terlibat. Arus lalu lintas di lokasi dilaporkan kembali normal setelah proses evakuasi selesai dilakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *