Technical Meeting PKD RISIP PMII UINSA Jadi Momentum Penguatan Kader, Kharisma Ade Rosalia dan Reyhan Alarico Stewart Tampil Aktif

banner 468x60

KawanJariNews.com – Surabaya, 11 Februari 2026 – Technical Meeting Pengkaderan Dasar (PKD) RISIP PMII (Rayon Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) UIN Sunan Ampel (UINSA) Surabaya berlangsung dengan sukses dan penuh antusiasme. Acara ini tidak hanya menjadi ajang untuk memperkenalkan konsep-konsep dasar tentang ilmu sosial dan politik, tetapi juga sebagai momentum penguatan karakter dan kapasitas kader PMII UINSA dalam menghadapi tantangan zaman.

Acara dibuka dengan sambutan hangat dari panitia penyelenggara yang menyampaikan pentingnya kegiatan ini dalam memperkuat organisasi, khususnya di kalangan mahasiswa yang tergabung dalam RISIP PMII. Kegiatan ini menyasar para mahasiswa yang memiliki minat dan ketertarikan dalam bidang ilmu sosial dan politik serta ingin terlibat lebih dalam dalam gerakan pergerakan mahasiswa yang penuh dengan tantangan sosial.

Salah satu tokoh sentral dalam acara ini, Kharisma Ade Rosalia, tampil sebagai pembicara utama. Dalam presentasinya, Kharisma mengajak para peserta untuk berpikir lebih kritis dan terbuka terhadap berbagai masalah sosial dan politik yang ada. Ia menyampaikan bahwa kader PMII harus mampu melihat masalah dari berbagai perspektif, terutama dari perspektif sosial dan politik yang berakar pada nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan.

“Sebagai kader PMII, kita harus menjadi agen perubahan. Tugas kita bukan hanya belajar ilmu, tetapi juga mengaplikasikan ilmu itu untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik, lebih adil, dan lebih sejahtera. Kader PMII harus berwawasan luas, mampu melihat setiap masalah dari berbagai sisi, dan tentunya memiliki keberanian untuk mengkritisi ketidakadilan yang ada,” tegas Kharisma. Ia menekankan bahwa semangat kolektif dan solidaritas sangat penting dalam memperkuat pergerakan ini.

Reyhan Alarico Stewart, yang juga menjadi pembicara pada acara ini, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya kepemimpinan yang tidak hanya berbasis pada teori, tetapi juga pada tindakan nyata yang mengedepankan integritas. Reyhan menekankan bahwa PMII sebagai organisasi pergerakan mahasiswa harus memiliki kader-kader yang mampu mengintegrasikan ilmu sosial dan politik dengan realitas kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Pada 17 April 2026 Lima Peserta FERADI WPI Akan Ikuti Sumpah Advokat di Pengadilan Tinggi Surabaya

“Kepemimpinan bukan hanya soal teori dan ide-ide besar. Kepemimpinan yang sejati adalah bagaimana kita bisa mengaplikasikan ilmu yang kita pelajari untuk menghadapi masalah konkret yang ada di masyarakat. Kader PMII harus bisa memberi solusi, beradaptasi dengan perubahan zaman, dan berani menghadapi tantangan sosial-politik yang semakin kompleks,” ujar Reyhan dengan penuh keyakinan.

Para peserta yang hadir dalam Technical Meeting ini, mayoritas berasal dari jurusan-jurusan ilmu sosial dan ilmu politik, tampak sangat antusias mendengarkan materi yang disampaikan. Banyak di antara mereka yang mengaku mendapatkan wawasan baru mengenai peran penting yang dapat dimainkan oleh mahasiswa dalam membawa perubahan sosial. Acara ini juga menjadi platform yang sangat baik bagi para peserta untuk berdiskusi, bertukar pikiran, dan memperluas jaringan mereka dengan sesama kader PMII UINSA.

Selama acara, diskusi interaktif juga digelar, di mana peserta diberi kesempatan untuk bertanya langsung kepada para pembicara. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan berkisar tentang bagaimana memanfaatkan ilmu yang didapat di bangku kuliah untuk menciptakan perubahan sosial yang konkret, serta bagaimana memperkuat jati diri sebagai kader PMII yang mampu membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia.

Dengan suksesnya Technical Meeting ini, harapan besar disematkan kepada para kader RISIP PMII UINSA. Para peserta diharapkan tidak hanya menjadi mahasiswa yang pandai, tetapi juga menjadi pemimpin masa depan yang mampu memecahkan masalah sosial dengan pendekatan yang holistik dan berbasis pada nilai-nilai kebangsaan. Kader PMII harus siap menghadapi dunia yang semakin kompleks dengan solusi-solusi yang cerdas dan aplikatif.

Kegiatan ini juga menciptakan semangat baru dalam pergerakan mahasiswa di UINSA. Bukan hanya soal membekali kader dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan mereka untuk menjadi pemimpin yang memiliki keberanian untuk bertindak dan mengubah keadaan. Sebagaimana yang diungkapkan oleh Kharisma dan Reyhan, kader PMII UINSA harus siap menjadi bagian dari generasi pemimpin yang tidak hanya mengikuti arus zaman, tetapi juga berani untuk memimpin dan membuat perubahan yang lebih baik.

Baca Juga  Mahasiswa Magister Hukum Universitas Mpu Tantular Publikasikan Kajian Independensi Pengadilan Pajak di Jurnal Sinta 4

Semoga dengan kegiatan ini, para kader PMII UINSA dapat semakin siap dalam menjalankan misi mulia mereka, membangun bangsa yang adil dan makmur melalui pemahaman yang lebih dalam tentang ilmu sosial dan politik serta dengan jiwa kepemimpinan yang kuat dan berintegritas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *