Jelang Demonstrasi Mahasiswa, Polri dan TNI Gelar Apel Kesiapan Pengamanan

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar apel kesiapan pengamanan menjelang aksi demonstrasi mahasiswa yang direncanakan berlangsung di sejumlah titik strategis di Jakarta, Jumat (12/6/2026). Apel tersebut dilaksanakan di kawasan Gedung DPR/MPR RI sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban selama penyampaian aspirasi masyarakat berlangsung.

Kapolda Metro Jaya memimpin langsung apel kesiapan yang diikuti personel gabungan dari Polri, TNI, dan instansi terkait. Dalam kegiatan tersebut, aparat menegaskan komitmennya untuk mengamankan jalannya aksi secara humanis serta menjamin hak konstitusional warga negara dalam menyampaikan pendapat di muka umum sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sebanyak 6.000 personel gabungan dikerahkan untuk melakukan pengamanan di sejumlah lokasi yang menjadi titik konsentrasi massa, di antaranya kawasan Gedung DPR/MPR RI, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Patung Kuda, dan Cikini. Penempatan personel dilakukan berdasarkan kebutuhan pengamanan dan hasil pemetaan situasi di lapangan.

Dalam arahannya, pimpinan apel menekankan agar seluruh personel mengedepankan pendekatan persuasif, profesional, dan tidak mudah terprovokasi selama menjalankan tugas. Aparat juga diminta menjaga ketertiban serta memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak aktivitas penyampaian pendapat tersebut.

Salah satu kebijakan yang disampaikan dalam apel adalah larangan membawa senjata api bagi personel yang bertugas di lapangan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pendekatan pengamanan yang mengutamakan keselamatan, dialog, dan penghormatan terhadap hak asasi manusia.

Selain pengamanan fisik, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menyiapkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan di sekitar lokasi aksi. Sekitar 300 personel lalu lintas disiagakan guna mengatur arus kendaraan dan membantu masyarakat mencari jalur alternatif apabila diperlukan.

Baca Juga  Ketua Komisi IX DPR RI Cecar Dirut BPJS Kesehatan soal Reaktivasi Peserta Saat Pasien Kritis

Masyarakat diimbau untuk menghindari kawasan sekitar Gedung DPR/MPR RI, Bundaran HI, Patung Kuda, dan Cikini selama aksi berlangsung guna mengurangi potensi kemacetan. Rekayasa lalu lintas akan diterapkan berdasarkan perkembangan situasi di lapangan.

Di sisi lain, aparat juga melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan keamanan melalui patroli siber. Direktorat Siber bersama unsur intelijen melakukan pengawasan terhadap penyebaran informasi yang berpotensi memicu provokasi, ajakan kekerasan, maupun tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Berdasarkan informasi yang beredar, aksi demonstrasi mahasiswa tersebut mengangkat sejumlah isu ekonomi nasional, termasuk kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) serta pelemahan nilai tukar rupiah. Aspirasi tersebut rencananya akan disampaikan oleh mahasiswa melalui aksi unjuk rasa di beberapa titik yang telah ditentukan.

Pengamanan yang dilakukan aparat bertujuan memastikan seluruh kegiatan penyampaian pendapat dapat berlangsung secara aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Kepolisian menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan aspirasi secara damai dan akan mendapatkan perlindungan selama pelaksanaannya tidak melanggar hukum.

Polri dan TNI menyatakan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat selama berlangsungnya aksi demonstrasi. Aparat juga mengimbau seluruh peserta aksi untuk menjaga ketertiban, mematuhi aturan yang berlaku, serta menghindari tindakan yang dapat merugikan kepentingan umum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *