kawanjarinews.com – Jakarta, 16 Januari 2025– Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Yusharto Huntoyungo, menegaskan bahwa inovasi harus menjadi prioritas utama untuk mencapai target pembangunan strategis di Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur. Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan kerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro di Ruang Video Conference BSKDN pada Selasa, 14 Januari 2024.
Yusharto menekankan bahwa inovasi dapat menjadi fondasi utama dalam pembangunan berbagai sektor, seperti pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Ia menyebutkan bahwa inovasi juga berperan penting dalam upaya pengentasan kemiskinan di Bojonegoro. “Untuk mencapai Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang lebih baik, menurunkan angka stunting, serta memerangi kemiskinan, inovasi berbasis kinerja harus menjadi motor penggerak utama,” ujarnya.
Untuk mencapai target pembangunan strategis, Yusharto mengimbau Pemkab Bojonegoro agar mengintegrasikan sistem penilaian berbasis kinerja dan inovasi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini diyakini dapat mendorong terciptanya lebih banyak inovasi di tingkat daerah.
“Jika setiap OPD mampu menghasilkan minimal 10 inovasi per tahun, ini akan menjadi langkah besar dalam mendorong transformasi pembangunan di Bojonegoro,” tambah Yusharto.
Sebagai perbandingan, ia menyebut Kabupaten Wonogiri yang telah mencatatkan sebanyak 1.300 inovasi, meskipun memiliki Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang lebih kecil dibandingkan Bojonegoro. Yusharto juga mengajak Bojonegoro untuk memanfaatkan database inovasi nasional, yang saat ini mencatat lebih dari 31.000 inovasi dari berbagai daerah, guna mempercepat transformasi menuju pemerintahan yang lebih efektif dan efisien.
“Dari sisi keuangan, Bojonegoro memiliki sumber daya yang sangat besar. Banyak daerah lain dengan APBD di bawah Rp8 triliun, namun mampu menciptakan inovasi yang luar biasa. Tinggal bagaimana Bojonegoro mengelola anggaran ini untuk mencapai target yang telah ditetapkan,” jelas Yusharto.
Ia berharap pertemuan tersebut dapat menjadi titik awal dari langkah strategis untuk menjadikan Bojonegoro sebagai daerah yang lebih maju, dinamis, dan inovatif. Dengan dukungan dan komitmen dari seluruh pihak, Bojonegoro dinilai memiliki peluang besar untuk memimpin pengembangan inovasi yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Bojonegoro memiliki potensi besar untuk menjadi contoh dalam pengembangan inovasi daerah yang berkelanjutan. Saya optimistis, dengan upaya bersama, target pembangunan strategis akan tercapai,” pungkas Yusharto.
Dengan fokus pada inovasi sebagai prioritas utama, Kabupaten Bojonegoro memiliki peluang besar untuk menjadi model pengembangan daerah yang sukses. Dukungan dari pemerintah pusat melalui BSKDN, pengelolaan anggaran yang efektif, dan komitmen dari seluruh OPD diharapkan mampu mempercepat pencapaian target pembangunan strategis yang berdampak positif bagi masyarakat. Kolaborasi yang solid akan menjadi kunci utama bagi Bojonegoro dalam mewujudkan visi daerah yang maju, dinamis, dan inovatif.
Baca juga: Babinsa Rejowinangun Dampingi Penyiapan Lahan Musim Tanam Padi di Kademangan










