Warga Keluhkan Dampak Pembangunan Gedung Universitas Satya Terra Bhinneka di Medan Sunggal

banner 468x60

KawanJariNews.com – MEDAN – Sejumlah warga di kawasan Medan Sunggal mengeluhkan dampak yang diduga terkait aktivitas pembangunan Gedung Universitas Satya Terra Bhinneka yang sedang berlangsung di lingkungan mereka. Keluhan tersebut mencakup kerusakan pada beberapa rumah warga akibat material bangunan yang disebut jatuh dari area proyek, termasuk pasir, batu, dan besi konstruksi.

Berdasarkan keterangan warga, peristiwa tersebut telah terjadi dalam beberapa waktu terakhir selama proses pembangunan gedung berlangsung. Beberapa rumah dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian atap, mulai dari tertutup material bangunan hingga mengalami kebocoran akibat benda yang diduga jatuh dari area proyek.

Pada Senin (16/6/2026), salah satu rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan pada atap seng setelah tertimpa benda yang disebut warga berupa besi konstruksi. Menurut keterangan warga, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat peristiwa terjadi, bagian rumah yang terdampak hanya dihuni seorang lansia, sementara penghuni lainnya sedang tidak berada di lokasi.

Doc. Kondisi atap salah satu rumah warga di sekitar lokasi pembangunan yang mengalami kerusakan. Warga menyebut kerusakan tersebut terjadi akibat benda yang diduga jatuh dari area proyek konstruksi yang berada di dekat permukiman.
Doc. Kondisi atap salah satu rumah warga di sekitar lokasi pembangunan yang mengalami kerusakan. Warga menyebut kerusakan tersebut terjadi akibat benda yang diduga jatuh dari area proyek konstruksi yang berada di dekat permukiman.

Warga menyebut kejadian tersebut menimbulkan kekhawatiran karena lokasi rumah berada berdekatan dengan area pembangunan gedung bertingkat. Mereka berharap langkah-langkah pengamanan proyek dapat ditingkatkan guna mencegah terjadinya insiden serupa.

Sejumlah warga juga mengaku telah mendatangi lokasi proyek untuk menyampaikan keluhan terkait kondisi tersebut. Namun, berdasarkan keterangan mereka, saat itu yang berada di lokasi adalah mandor proyek, sementara pimpinan proyek tidak berada di tempat.

Selain menyampaikan keluhan mengenai kerusakan rumah, warga berharap pihak pengelola proyek dapat memberikan perhatian terhadap aspek keselamatan lingkungan sekitar selama proses pembangunan berlangsung. Mereka menilai perlindungan terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi proyek perlu menjadi perhatian guna meminimalkan risiko yang dapat timbul selama pekerjaan konstruksi berlangsung.

Baca Juga  Warga Perantau Tetap Bisa Mengakses Dokumen Anggaran Desa Tanpa Harus Pulang Kampung

Pembangunan gedung bertingkat pada umumnya memerlukan penerapan standar keselamatan kerja dan pengamanan area proyek untuk melindungi pekerja maupun masyarakat di sekitar lokasi. Karena itu, warga berharap setiap proses pembangunan dapat dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan dan ketentuan yang berlaku.

Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak pengelola proyek, pihak Universitas Satya Terra Bhinneka, maupun pihak terkait lainnya mengenai keluhan warga tersebut. Sebagai bentuk komitmen terhadap prinsip keberimbangan, akurasi, dan profesionalisme jurnalistik, Redaksi KawanJariNews.com membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi seluruh pihak terkait dalam pemberitaan ini, sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *