KawanJariNews.com – BANJARMASInN – Tumpukan sampah rumah tangga dilaporkan menggunung di kawasan Kelayan Selatan hingga Mantuil, Kota Banjarmasin, sejak lebih dari satu bulan terakhir, termasuk sepanjang Februari 2026, sehingga memicu keluhan warga yang terdampak bau tidak sedap dan potensi gangguan kesehatan.
Permasalahan sampah tersebut terpantau di area terbuka dengan titik koordinat MH4H+X4C di wilayah Kelayan Selatan–Mantuil. Berdasarkan pantauan lapangan dan rekaman visual yang diperoleh, sampah rumah tangga terlihat menumpuk dan meluas, dengan kondisi berserakan di sekitar lokasi.
Warga setempat menyatakan bahwa pengangkutan sampah dinilai tidak rutin dalam beberapa pekan terakhir. Akibatnya, volume sampah terus bertambah setiap hari. Keterbatasan fasilitas pembuangan sementara di lingkungan tersebut membuat sebagian warga terpaksa membuang sampah di lokasi yang sama.
“Kami lelah melihat sampah menumpuk setiap hari, tapi tidak ada tindakan. Ini bukan sekadar masalah kebersihan, tapi juga kesehatan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Menurut keterangan warga, bau menyengat dari tumpukan sampah telah mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sekitar lokasi. Selain itu, genangan air yang bercampur dengan limbah dikhawatirkan dapat memicu munculnya penyakit serta mencemari lingkungan sekitar apabila tidak segera ditangani.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari instansi terkait di Pemerintah Kota Banjarmasin mengenai penyebab terhambatnya pengangkutan maupun langkah penanganan yang akan dilakukan. Redaksi masih berupaya mengonfirmasi hal tersebut kepada pihak berwenang.
Permasalahan pengelolaan sampah merupakan isu krusial di wilayah perkotaan, terutama di kawasan padat penduduk seperti Kelayan Selatan dan Mantuil. Ketidakteraturan pengangkutan dan terbatasnya sarana pembuangan berpotensi memperburuk kondisi lingkungan serta berdampak pada kesehatan masyarakat.
Apabila kondisi ini terus berlanjut, risiko pencemaran tanah dan air serta meningkatnya potensi penyebaran penyakit berbasis lingkungan menjadi perhatian serius. Warga berharap adanya langkah konkret dan terukur dari pemerintah daerah untuk memastikan sistem pengelolaan sampah berjalan optimal dan berkelanjutan.
Masyarakat Kelayan Selatan–Mantuil mendesak pemerintah daerah segera melakukan penanganan menyeluruh, termasuk normalisasi pengangkutan dan penyediaan fasilitas pembuangan yang memadai. Warga berharap solusi yang diambil tidak bersifat sementara, melainkan menjadi bagian dari perbaikan sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan di Kota Banjarmasin.















Bukannya itu basirih selatan ya kalo dari foto
padahal banyakan warganya yang sembarangan membuang sampah yang sudah ada larangan dan minim fasilitas