Satpam Supermarket di Tambora Diduga Curi Sembako Senilai Rp70 Juta untuk Judi Online

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Seorang petugas keamanan (satpam) di sebuah supermarket di wilayah Tambora, Jakarta Barat, diduga melakukan pencurian barang kebutuhan pokok secara berulang hingga menyebabkan kerugian sekitar Rp70 juta. Kasus tersebut terungkap setelah pihak manajemen menemukan adanya kehilangan stok barang yang terjadi dalam kurun waktu beberapa bulan.

Berdasarkan informasi yang beredar, pelaku merupakan petugas keamanan yang bekerja di supermarket tersebut sejak Januari 2024. Aksi pencurian diduga mulai dilakukan pada Februari 2024 dan berlangsung selama sekitar lima bulan.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga memanfaatkan akses yang dimilikinya sebagai petugas keamanan untuk mengambil berbagai barang kebutuhan pokok atau sembako dari area supermarket. Barang-barang tersebut kemudian disimpan di loker pribadi sebelum dibawa keluar saat jam kerja berakhir.

Jenis barang yang dilaporkan hilang antara lain beras, minyak goreng, telur, dan sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Akumulasi kehilangan barang selama beberapa bulan tersebut diperkirakan mencapai nilai sekitar Rp70 juta.

Kasus ini terungkap setelah pihak manajemen melakukan pemeriksaan terkait ketidaksesuaian antara stok barang dan data inventaris. Temuan tersebut kemudian ditindaklanjuti hingga mengarah kepada dugaan keterlibatan salah satu petugas keamanan yang bekerja di lokasi.

Setelah memperoleh laporan, aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan mengamankan terduga pelaku untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan awal yang disampaikan kepolisian, sebagian hasil penjualan barang curian diduga digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari serta bermain judi online jenis slot.

Polisi saat ini masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, termasuk jumlah pasti kerugian yang dialami pihak supermarket dan aliran dana hasil penjualan barang yang diduga dicuri.

Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan petugas keamanan yang memiliki tugas menjaga aset perusahaan. Peristiwa tersebut juga menambah daftar kasus kriminal yang dikaitkan dengan aktivitas judi online yang belakangan kerap menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Baca Juga  Polres Pemalang dan Bulog Gelar Gerakan Pangan Murah, Warga Serbu Beras Murah di Pasar Beji

Selain proses hukum terhadap pelaku, kasus ini mendorong perlunya evaluasi terhadap sistem pengawasan internal perusahaan, termasuk mekanisme pemeriksaan barang dan pengendalian stok guna mencegah kejadian serupa terulang.

Di sisi lain, aparat penegak hukum terus mengingatkan masyarakat mengenai risiko hukum dan dampak sosial yang ditimbulkan oleh praktik perjudian online yang dapat memicu berbagai tindak pidana.

Hingga kini, penyidik masih melakukan pendalaman terhadap kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah pihak serta melengkapi alat bukti yang diperlukan. Polisi menegaskan proses penanganan perkara akan dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku, sementara pihak manajemen supermarket turut berkoordinasi dalam penyelidikan guna mengungkap seluruh fakta terkait dugaan pencurian tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *