Ancaman Teror Bom di Hari Pertama MPLS, SDN Srengseng Sawah 15 Dievakuasi

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – SDN Srengseng Sawah 15 Pagi di Jagakarsa, Jakarta Selatan, menerima ancaman teror bom pada Senin (13/7/2026), bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026–2027. Ancaman tersebut diterima melalui pesan WhatsApp yang beredar di kalangan guru dan tenaga kependidikan, sehingga memicu respons cepat aparat kepolisian dengan mengevakuasi warga sekolah dan melakukan sterilisasi area.

Kapolsek Jagakarsa, Kompol Nurma Dewi, menjelaskan bahwa laporan diterima sekitar pukul 07.30 WIB saat upacara pembukaan MPLS sedang berlangsung dan diikuti siswa kelas I hingga VI beserta para guru. Menindaklanjuti laporan tersebut, Polsek Jagakarsa segera mendatangi lokasi, berkoordinasi dengan pihak sekolah, serta mengerahkan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror dan Pasukan Gegana Brimob Polri untuk melakukan penyisiran menyeluruh di lingkungan sekolah. Pemeriksaan dilakukan di ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, musala, kantin, hingga area bermain menggunakan peralatan pendeteksi bahan peledak dan dukungan unit anjing pelacak (K-9). Seluruh siswa dievakuasi ke lokasi yang dinilai aman sebagai langkah antisipatif.

Dalam keterangannya, Kompol Nurma Dewi menyebut identitas pihak yang diduga mengirim ancaman telah dikantongi penyidik, namun belum dipublikasikan karena proses penyelidikan masih berlangsung. Kepolisian menegaskan penanganan kasus dilakukan secara serius mengingat ancaman terhadap fasilitas pendidikan berpotensi menimbulkan keresahan masyarakat. Apabila terbukti memenuhi unsur pidana, pelaku dapat diproses sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dan ketentuan hukum lain yang relevan.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena terjadi pada hari pertama kegiatan belajar mengajar bagi peserta didik baru. Selain memastikan keamanan lokasi, aparat dan pihak sekolah berupaya menjaga proses evakuasi berlangsung tertib guna meminimalkan kepanikan di kalangan siswa. Hingga berita ini diterbitkan, proses penyisiran dan penyelidikan masih berlangsung, sementara pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi serta menunggu keterangan resmi dari aparat penegak hukum.

Baca Juga  Amplop Pernikahan Kena Pajak? Begini Penjelasan DJP

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *