PT Fastfood Indonesia Tutup 19 Gerai KFC dan Lakukan PHK Sekitar 400 Karyawan

banner 468x60

KawanJariNews.com – Jakarta, 6 Oktober 2025 – PT Fastfood Indonesia Tbk, pengelola jaringan restoran cepat saji KFC di Indonesia, mengumumkan penutupan 19 gerai hingga September 2025 serta melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 400 karyawan. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi restrukturisasi dan penyesuaian operasional untuk menghadapi kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih pascapandemi COVID-19.

Penutupan 19 gerai KFC oleh PT Fastfood Indonesia Tbk dilakukan secara bertahap di berbagai daerah hingga akhir September 2025. Manajemen perusahaan menyatakan, keputusan tersebut merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan model bisnis dengan realitas pasar yang masih fluktuatif serta tingginya biaya operasional di sejumlah lokasi.

Direktur PT Fastfood Indonesia, Wahyudi Martono, menjelaskan bahwa sebagian besar gerai yang ditutup merupakan gerai dengan kinerja rendah dan masa sewa yang telah berakhir. “Beberapa gerai dipindahkan ke lokasi yang lebih potensial agar daya beli konsumen bisa lebih optimal. Kami berupaya menjaga keseimbangan antara efisiensi dan keberlanjutan bisnis,” ujarnya

Kebijakan penutupan tersebut berdampak langsung terhadap sekitar 400 karyawan yang terdampak PHK. Namun, perusahaan menyebut angka tersebut masih berupa estimasi karena sebagian karyawan akan dialihkan ke gerai lain yang masih beroperasi atau sedang dalam tahap relokasi.

Selain faktor kinerja dan masa sewa, kondisi keuangan perusahaan yang masih mencatatkan tekanan juga menjadi pertimbangan utama. Sejak 2020, PT Fastfood Indonesia terus berupaya melakukan efisiensi di tengah beban biaya yang meningkat dan penurunan daya beli masyarakat. Perusahaan juga tengah melakukan langkah refinancing dan perbaikan struktur keuangan guna memperkuat modal kerja dan likuiditas.

Sejak pandemi COVID-19, industri makanan cepat saji di Indonesia menghadapi tantangan besar akibat perubahan pola konsumsi, pembatasan aktivitas masyarakat, dan kenaikan biaya operasional. PT Fastfood Indonesia, sebagai salah satu pemain besar di sektor ini, turut mengalami tekanan signifikan terhadap pendapatan dan profitabilitas.

Baca Juga  ORI028 Capai Penjualan Rp 2,71 Triliun di Pekan Pertama, Yulianto Kiswocahyono: Bentuk Gotong Royong Fiskal Masyarakat

Keputusan menutup sejumlah gerai menjadi bagian dari strategi adaptasi perusahaan dalam menghadapi kondisi ekonomi yang belum stabil. Selain pengurangan gerai yang tidak produktif, PT Fastfood Indonesia juga berencana melakukan relokasi ke kawasan dengan potensi pasar yang lebih tinggi serta memperluas layanan digital dan delivery untuk menjangkau konsumen secara lebih efisien.

Manajemen PT Fastfood Indonesia menegaskan bahwa langkah restrukturisasi ini bukan akhir dari ekspansi perusahaan, melainkan bagian dari penyesuaian strategis untuk memastikan keberlanjutan jangka panjang. Perusahaan berkomitmen untuk terus membuka peluang kerja melalui pembukaan gerai baru di lokasi-lokasi potensial, serta memperkuat kualitas layanan kepada pelanggan di seluruh Indonesia.

Baca juga: Penerimaan Pajak Kripto Tembus Rp 1,61 Triliun, Indodax Jadi Pemain Kunci

Baca juga: Dana Desa 2025 dan Prinsip Good Governance – Tantangan Reformasi Tata Kelola Desa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *