Kelangkaan BBM, Karyawan SPBU Shell Terpaksa Berjualan Es Kopi

banner 468x60

KawanJariNews.com – Jakarta, 18 September 2025 – Situasi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU kembali menjadi sorotan publik. Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan dua orang karyawan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell yang terpaksa berjualan minuman es kopi di depan lokasi kerja mereka.

Video yang diunggah akun @jakarta.keras pada Rabu (17/9), memperlihatkan kedua karyawan Shell menawarkan kopi dingin dalam kemasan botol literan bertuliskan promo harga Rp120.000 dicoret menjadi Rp60.000. Aksi itu menuai respons positif dari warganet.

“Semangat bang, semoga laris manis der jualannya,” tulis akun @jakarta.keras.

Sementara itu, komentar lain mengapresiasi langkah kreatif tersebut, bahkan menyatakan akan datang ke SPBU Shell bukan hanya untuk mengisi bahan bakar, tetapi juga membeli kopi.

Namun, ada juga warganet yang mengaitkan fenomena ini dengan kebijakan pemerintah terkait impor BBM satu pintu melalui Pertamina, yang dinilai menekan keberlangsungan SPBU swasta. “Cara pemerintah menindas swasta,” tulis akun @4ndrehw.

Komentar lain menyinggung potensi bertambahnya pengangguran akibat kebijakan tersebut.

Kondisi ini tidak lepas dari kenyataan bahwa sejumlah produk BBM di SPBU Shell, seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+, sudah jarang tersedia sejak Agustus 2025 lalu. Saat ini, hanya produk Shell V-Power Diesel yang masih bisa dibeli masyarakat, disertai layanan lain seperti Shell Recharge, bengkel, Shell Select, dan pelumas Shell.

Menanggapi hal tersebut, dilansir dari Merdeka.com, President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, menjelaskan bahwa perusahaan terpaksa melakukan penyesuaian operasional akibat sulitnya mendapatkan pasokan BBM. “Kami melakukan penyesuaian kegiatan operasional di jaringan SPBU Shell, selama produk BBM jenis bensin tidak tersedia secara lengkap,” ujar Ingrid, dikutip dari Antara, Selasa (16/9).

Baca Juga  Bamsoet Akan Lantik Pengurus Pusat Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI) di Bali*

Penyesuaian itu mencakup pengurangan jam operasional, penyesuaian jumlah hari kerja, hingga merumahkan sebagian karyawan. Kondisi ini memicu inisiatif sebagian pekerja untuk mencari sumber penghasilan lain, termasuk dengan berjualan kopi di area SPBU.

Fenomena karyawan SPBU berjualan kopi menjadi potret nyata dampak berantai kelangkaan BBM, yang tidak hanya menyulitkan masyarakat sebagai konsumen, tetapi juga menekan para pekerja di sektor hilir migas.

Hingga berita ini diterbitkan, pemerintah melalui Kementerian ESDM menyatakan masih melakukan evaluasi terhadap kebijakan impor dan distribusi BBM. Sementara itu, karyawan SPBU Shell dan masyarakat luas berharap pasokan BBM segera kembali normal agar roda kehidupan mereka bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Baca juga: Kelangkaan BBM di SPBU Swasta Sejak Akhir Agustus, Kebijakan Impor Satu Pintu Pertamina Tuai Sorotan

Baca juga: Rp200 Triliun Dana Pemerintah Didorong ke Perbankan: Efektifkah untuk Pajak dan Ekonomi?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *