Prabowo Soroti Pengaruh Uang dan Teknologi terhadap Demokrasi

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto mengingatkan bahwa demokrasi dapat menghadapi pengaruh dari kekuatan ekonomi dan perkembangan teknologi. Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta, Jumat (18/9/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menyoroti potensi penggunaan kekuatan finansial dan teknologi untuk memengaruhi masyarakat maupun berbagai unsur dalam kehidupan politik dan pemerintahan.

Prabowo mengatakan demokrasi perlu dijaga agar tidak dikuasai oleh pihak yang memiliki kekuatan ekonomi besar. Menurut dia, penggunaan uang dapat menjadi salah satu sarana untuk memengaruhi proses politik dan institusi negara. Ia menyebut kemungkinan pengaruh tersebut dapat menyasar tokoh politik, aparat penegak hukum hingga pejabat negara.

Selain persoalan finansial, Prabowo menyoroti perkembangan teknologi digital dan media sosial. Ia menyebut algoritma, akun otomatis atau bot, serta pihak yang disebutnya sebagai buzzer dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan informasi maupun tuduhan yang dapat memengaruhi pandangan masyarakat. Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam konteks peringatannya mengenai tantangan demokrasi di tengah perkembangan teknologi informasi.

Dalam pidatonya, Prabowo mengaitkan perkembangan teknologi informasi dengan perubahan bentuk pengaruh terhadap masyarakat. Ia menyampaikan bahwa konflik modern tidak selalu berlangsung melalui pengerahan kekuatan militer, tetapi dapat pula diawali dengan upaya memengaruhi masyarakat melalui informasi yang beredar di ruang digital.

Presiden juga menyebut bahwa persoalan tersebut tidak hanya terjadi di Indonesia. Menurutnya, sejumlah negara menghadapi tantangan serupa seiring meningkatnya penggunaan teknologi dan media sosial dalam kehidupan masyarakat.

Pernyataan mengenai teknologi tersebut disampaikan bersamaan dengan pesan Prabowo mengenai pentingnya menjaga demokrasi. Ia menyatakan dukungannya terhadap demokrasi dan reformasi serta mengingatkan bahwa kehidupan demokratis perlu dijaga dari berbagai bentuk pengaruh yang dapat mengganggu proses politik dan kehidupan bernegara.

Baca Juga  Kemacetan Parah di Jalan Jimbaran Uluwatu terlihat menumpuk nya kendaraan sekitaran GWK

Pernyataan tersebut disampaikan ketika Prabowo menghadiri peringatan HUT ke-28 PAN di Jakarta pada Jumat malam. Acara tersebut mengusung tema “Gerak Cepat Bantu Rakyat” dan dihadiri sejumlah tokoh politik serta jajaran PAN.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga menyampaikan sejumlah hal lain terkait pemerintahan dan pembangunan. Salah satunya mengenai akses pendidikan. Pemerintah menyatakan akan membahas melalui rapat terbatas mengenai gagasan agar pendidikan pada satuan pendidikan negeri dari tingkat SD hingga perguruan tinggi negeri dapat diberikan tanpa biaya.

Pernyataan mengenai demokrasi tersebut juga sejalan dengan pesan Prabowo dalam sejumlah kesempatan sebelumnya. Pada peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Jakarta, 9 September 2026, Presiden menekankan pentingnya persatuan, kerukunan dan kedewasaan dalam kehidupan demokrasi. Ia juga menyebut kritik dan koreksi sebagai bagian dari kehidupan demokratis.

Perkembangan teknologi digital membuat penyebaran informasi berlangsung semakin cepat dan luas. Dalam konteks yang disampaikan Presiden, penggunaan teknologi dan media sosial menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam menjaga kualitas ruang publik dan proses demokrasi.

Namun, pernyataan mengenai penggunaan algoritma, buzzer maupun akun robot dalam memengaruhi masyarakat merupakan penjelasan dan peringatan yang disampaikan Presiden dalam pidatonya. Penentuan apakah suatu akun, informasi, atau aktivitas digital benar-benar merupakan bagian dari operasi tertentu memerlukan pembuktian berdasarkan data dan pemeriksaan terhadap kasus masing-masing.

Karena itu, isu pengaruh uang dan teknologi terhadap demokrasi tetap perlu dilihat berdasarkan fakta, bukti, serta konteks masing-masing peristiwa. Perkembangan penyebaran informasi digital juga menjadi bagian dari tantangan tata kelola demokrasi yang membutuhkan perhatian terhadap transparansi, kebebasan berpendapat, akurasi informasi dan penegakan hukum.

Presiden Prabowo dalam kesempatan tersebut menegaskan kembali dukungannya terhadap demokrasi dan reformasi. Sementara itu, pernyataan mengenai potensi pengaruh uang dan teknologi menjadi bagian dari pesan Presiden mengenai pentingnya menjaga proses demokrasi agar tetap berjalan sesuai prinsip kehidupan bernegara.

Baca Juga  Sri Mulyani Bersuara Usai Rumah Dijarah, Tegaskan Demokrasi Tak Boleh Diganti Anarki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *