Sopir Taksi Green SM Ungkap Mobil Mati di Perlintasan, Kecelakaan Kereta Bekasi Masih Diselidiki

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Perkembangan baru muncul dalam penyelidikan kecelakaan kereta api di Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026), setelah sopir taksi Green SM Indonesia yang terlibat dalam insiden tersebut memberikan keterangan kepada polisi. Pengemudi mengaku kendaraan yang dikemudikannya mendadak tidak dapat bergerak saat berada di perlintasan rel, sebelum akhirnya terjadi rangkaian tabrakan yang melibatkan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.

Insiden kecelakaan terjadi di kawasan perlintasan rel Bekasi dan melibatkan tiga unsur, yakni sebuah mobil taksi Green SM Indonesia, rangkaian KRL Commuter Line, serta Kereta Api Argo Bromo Anggrek.

Berdasarkan keterangan awal yang beredar, mobil taksi tersebut berada di jalur perlintasan ketika tiba-tiba tidak dapat melaju. Dalam kondisi tersebut, KRL Commuter Line yang sedang melintas kemudian menabrak kendaraan tersebut.

Benturan dengan kendaraan di perlintasan menyebabkan KRL berhenti mendadak di jalur rel. Tidak lama kemudian, dari arah belakang datang KA Argo Bromo Anggrek yang selanjutnya terlibat tabrakan dengan rangkaian KRL.

Rangkaian kecelakaan tersebut menimbulkan korban jiwa, korban luka, serta gangguan besar terhadap operasional perjalanan kereta di lintas Bekasi dan sekitarnya.

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyampaikan bahwa berdasarkan data sementara, insiden tersebut menyebabkan tujuh orang meninggal dunia dan 81 orang mengalami luka-luka.

Petugas gabungan dari PT KAI, operator KRL, kepolisian, tenaga medis, dan tim penyelamat segera melakukan evakuasi korban serta penanganan di lokasi kejadian.

Dalam keterangannya kepada aparat kepolisian, sopir taksi menyebut kendaraan yang dikemudikannya mendadak tidak bisa berjalan saat sudah berada di atas rel.

Ia juga menjelaskan adanya sistem pada kendaraan yang disebut mengunci kendali sehingga mobil tidak dapat bergerak kembali. Pernyataan tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik dan belum disimpulkan sebagai penyebab resmi kecelakaan.

Baca Juga  Truk Overload Ganggu Lalu Lintas dan Rusak Jalan di Mantuil, Warga Minta Pengawasan Diperketat

Pihak kepolisian dan instansi terkait diperkirakan akan menelusuri kondisi teknis kendaraan, rekaman CCTV, data perjalanan kereta, serta sistem pengamanan perlintasan untuk memastikan rangkaian peristiwa secara menyeluruh.

Sementara itu, manajemen Green SM Indonesia menyampaikan pernyataan resmi melalui akun media sosial perusahaan. Dalam keterangannya, perusahaan menyatakan telah menyerahkan seluruh informasi relevan kepada pihak berwenang.

Manajemen juga menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama serta menyatakan komitmen menjaga standar operasional, pengawasan armada, dan peningkatan layanan secara berkelanjutan.

Kecelakaan di Bekasi kembali menyoroti risiko tinggi di perlintasan sebidang yang masih bersinggungan langsung dengan lalu lintas kendaraan umum dan pribadi. Kawasan Bekasi merupakan salah satu koridor padat pergerakan kereta komuter maupun kereta jarak jauh.

Peristiwa ini juga menjadi perhatian publik terkait kesiapan sistem keselamatan kendaraan modern, pengamanan pintu perlintasan, serta koordinasi antarinstansi saat terjadi keadaan darurat.

Selain korban manusia, dampak lain yang dirasakan adalah keterlambatan perjalanan KRL dan kereta antarkota, gangguan mobilitas pekerja, serta kepadatan di sejumlah stasiun alternatif.

Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan masih menunggu hasil investigasi resmi dari pihak berwenang. PT KAI, kepolisian, dan instansi terkait menyatakan akan melakukan pemeriksaan menyeluruh guna memastikan faktor penyebab serta mencegah kejadian serupa terulang.

Masyarakat diimbau mengacu pada informasi resmi yang dikeluarkan otoritas transportasi dan aparat penegak hukum terkait perkembangan penanganan kasus tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *