Presiden Prabowo Jenguk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi, Pemerintah Janji Evaluasi Keselamatan

banner 468x60

KawanJariNews.com – BEKASI – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi pada Selasa (28/4/2025) untuk menjenguk korban kecelakaan kereta api yang terjadi di kawasan Stasiun Bekasi Timur sehari sebelumnya. Dalam kunjungan tersebut, Presiden menyampaikan duka cita kepada korban dan keluarga serta menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan perkeretaapian nasional. 

Kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan Kereta Api Argo Bromo Anggrek dilaporkan terjadi pada Senin (27/4/2025) malam sekitar pukul 20.30 WIB di wilayah Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Jawa Barat. Insiden tersebut menimbulkan korban jiwa dan puluhan korban luka.

Presiden Prabowo tiba di RSUD Kota Bekasi didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Sekretaris Kabinet, unsur TNI, dan Polri. Kehadiran Presiden disebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap para korban sekaligus memastikan penanganan medis berjalan optimal.

Berdasarkan data yang dihimpun dari pihak terkait, sejumlah korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit dengan berbagai kondisi cedera. Sebagian korban lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapat penanganan medis.

Dalam keterangannya, Presiden menyampaikan belasungkawa atas peristiwa tersebut dan meminta seluruh pihak terkait melakukan investigasi secara menyeluruh. Pemerintah menilai perlu ada evaluasi terhadap aspek teknis operasional, manajemen perjalanan kereta, serta keamanan jalur dan perlintasan.

Selain itu, Presiden juga menyoroti masih adanya sejumlah perlintasan sebidang yang dinilai berisiko tinggi. Pemerintah disebut akan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung seperti flyover, underpass, palang pintu otomatis, serta penguatan sistem pengawasan berbasis teknologi.

Di sisi lain, tim gabungan dari Basarnas, TNI, Polri, PT KAI, dan instansi terkait terus melakukan proses evakuasi serta penanganan di lokasi kejadian. Proses tersebut dilakukan sejak malam hingga pagi hari guna memastikan seluruh korban dapat dievakuasi dan jalur kereta segera dipulihkan.

Baca Juga  Sidak Beras Oplosan di Pasar Induk Cipinang, Satgas Pangan Ungkap Praktik Curang Sejumlah Produsen

Pemerintah Kota Bekasi bersama pihak rumah sakit juga membuka posko layanan informasi bagi keluarga korban. Posko tersebut berfungsi membantu pencarian data korban, pendampingan keluarga, hingga koordinasi perawatan medis.

Peristiwa ini kembali menyoroti pentingnya modernisasi sistem transportasi publik, khususnya sektor perkeretaapian. Tingginya mobilitas masyarakat di kawasan Jabodetabek menuntut sarana transportasi massal yang tidak hanya cepat, tetapi juga aman dan terintegrasi.

Kecelakaan tersebut menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan, kesiapan sumber daya manusia, sistem sinyal, serta penataan perlintasan sebidang yang masih tersebar di berbagai wilayah.

Presiden menegaskan pemerintah akan memastikan korban memperoleh penanganan terbaik dan hak-haknya terpenuhi. Evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kereta api juga akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *