Pertemuan Haru Warnai Bakti Sosial Pengobatan Gratis di Desa Kenteng, Kebumen

banner 468x60

kawanjarinews.com – Kebumen — Kegiatan bakti sosial pengobatan gratis yang digelar oleh organisasi Cinta Anak Negeri, berkolaborasi dengan Universitas Maranatha Bandung dan FERADI WPI DPC Kebumen, berlangsung dengan penuh kehangatan dan antusiasme warga pada Jumat, 25 Juli 2025, di Desa Kenteng, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

Bakti sosial ini menghadirkan layanan kesehatan gratis bagi warga, mencakup pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan, edukasi kesehatan, serta pembagian kacamata gratis. Selain memberikan manfaat kesehatan langsung, kegiatan ini juga menyuguhkan momen haru yang tak terduga, sebuah reuni keluarga setelah 16 tahun terpisah.

Kegiatan ini diprakarsai oleh Cinta Anak Negeri dengan dukungan tim medis dan relawan dari Universitas Maranatha Bandung serta FERADI WPI DPC Kebumen. Kepala Desa Kenteng, Mustolih, dan Sekretaris Desa, Kiyardi, turut hadir dan memberikan dukungan penuh terhadap acara ini.

“Kegiatan bakti sosial ini sangat bermanfaat, terutama bagi masyarakat yang belum memiliki akses memadai terhadap fasilitas kesehatan. Kami sangat mengapresiasi dan berharap kegiatan seperti ini bisa terus berlanjut,” ujar Mustolih.

Kegiatan berlangsung pada 25 Juli 2025 di Desa Kenteng, sebuah wilayah perbukitan yang terletak antara Pegunungan Serayu Selatan dan Lembah Sungai Kemit, dengan ketinggian antara 70–400 meter di atas permukaan laut. Secara administratif, desa ini beralamat di Jalan Mertabatan No. 01.

Selain menyediakan akses kesehatan bagi masyarakat desa yang memiliki keterbatasan fasilitas, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi, pemberdayaan, dan penguatan solidaritas sosial. Salah satu nilai tambah tak terduga adalah terjalinnya kembali hubungan keluarga yang telah lama hilang.

Di sela kegiatan, Arisman Bandung, salah satu anggota tim bakti sosial, secara mengejutkan bertemu dengan Mbah Meno dan Mbah Mursiyah, kerabatnya yang telah 16 tahun tidak ia temui. Bahkan, diketahui bahwa Kepala Desa Kenteng, Mustolih, merupakan cicit dari Mbah Mursiyah.

Baca Juga  Valentine’s Day, Ketua Umum FERADI WPI Ajak Masyarakat Maknai Kasih sebagai Tindakan Nyata

“Terakhir kali saya ke sini adalah saat masih muda, mengantar kakek saya. Setelah beliau wafat, komunikasi dengan keluarga di desa ini terputus. Saya benar-benar tidak menyangka bisa bertemu lagi. Rasanya seperti mimpi,” ungkap Arisman dengan mata berkaca-kaca.

Pertemuan yang penuh haru ini menegaskan bahwa pengabdian sosial tak sekadar soal layanan fisik atau medis, tetapi juga membuka ruang bagi terjalinnya kembali nilai-nilai kemanusiaan, kekeluargaan, dan silaturahmi yang terputus oleh waktu.

Kegiatan ini menjadi contoh bahwa kepedulian sosial dapat menyentuh aspek kehidupan yang lebih dalam, menghubungkan kembali hati dan sejarah yang telah lama tercerai. Hal ini sekaligus mencerminkan komitmen FERADI WPI dalam menjalankan pengabdian nyata kepada masyarakat.

Baca juga: Pemblokiran Rekening PPATK Tuai Kritik Dari Konsultan Pajak

Baca juga: Jokowi Tanggapi Isu Ijazah, Skripsi, dan KKN Saat Hadiri Reuni Fakultas Kehutanan UGM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *