Ogoh-ogoh Banjar Kelod: Merayakan Tradisi dengan Hati dan Makna

banner 468x60

kawanjarinews.com – Jungutbatu, Bali, 26 Maret 2025 – Di tengah suasana hangat menyambut Hari Suci Nyepi, pemuda-pemudi desa Banjar Kelod berkumpul dengan semangat penuh untuk menciptakan Ogoh-ogoh yang unik dan penuh makna, bertema “Paksa Bhairawa”. Menggali inspirasi dari kisah Beghawan Barang, seorang pendeta pengelana beraliran Siwa, mereka tak hanya menyiapkan figur raksasa yang akan diarak, tetapi juga menyusun sebuah narasi spiritual yang mengajak seluruh masyarakat merenungkan nilai-nilai dalam hidup mereka.

Doc. Papan nama Banjar Kelod di Desa Pakraman Jungutbatu, yang menjadi lokasi persiapan pembuatan Ogoh-ogoh. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat setempat. (Bali, 26/3/2025 – Foto Dokumentasi: Witanto).
Doc. Papan nama Banjar Kelod di Desa Pakraman Jungutbatu, yang menjadi lokasi persiapan pembuatan Ogoh-ogoh. Tradisi ini menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan spiritual masyarakat setempat. (Bali, 26/3/2025 – Foto Dokumentasi: Witanto).

Beghawan Barang, tokoh yang menjadi arketipe dalam tradisi ini, memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan ritual. Kisahnya yang menghadapi konflik antara ajaran spiritual dan permasalahan kemanusiaan menciptakan kedalaman makna bagi Ogoh-ogoh yang diarak. Di tengah bakti dan pengorbanan, Beghawan Barang berjuang untuk menyucikan arwah-arwah yang terlupakan, mengingatkan kita semua akan pentingnya empati dan kasih sayang terhadap sesama. Ogoh-ogoh ini menjadi simbol dari kekuatan kolektif komunitas, yang bertindak sebagai pengingat akan pentingnya mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap langkah hidup.

Doc. Dua pemuda Banjar Kelod berfoto di depan Ogoh-ogoh bertema "Paksa Bhairawa" yang siap diarak dalam perayaan menyambut Hari Suci Nyepi. (Bali, 26/3/2025 – Foto Dokumentasi: Witanto).
Doc. Dua pemuda Banjar Kelod berfoto di depan Ogoh-ogoh bertema “Paksa Bhairawa” yang siap diarak dalam perayaan menyambut Hari Suci Nyepi. (Bali, 26/3/2025 – Foto Dokumentasi: Witanto).

Semangat kebersamaan tercermin dalam setiap detak jantung acara ini. Warga Banjar Kelod sepakat, acara ini bukan hanya soal penampilan fisik Ogoh-ogoh, melainkan adalah ajang introspeksi yang menuntut mereka untuk menggali kedalaman hati dan pemahaman tentang sesama. Dalam suasana yang damai dan harmonis, mereka berupaya menumbuhkan kesadaran spiritual yang lebih dalam, memastikan bahwa tradisi ini terus hidup tidak hanya sebagai ritus, tetapi juga sebagai refleksi dari perjalanan batin setiap individu. Harapan mereka adalah perayaan ini akan mendatangkan kedamaian dan kekuatan spiritual bagi setiap peserta, menjadikan perjalanan menuju Hari Suci Nyepi sebagai langkah awal menuju kesucian jiwa.

Baca juga: Direktorat Jenderal Pajak Hapus Sanksi Administratif terkait Libur Nasional Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2025

Baca Juga  Direktorat Jenderal Pajak Hapus Sanksi Administratif terkait Libur Nasional Hari Raya Nyepi dan Idulfitri 2025

Baca juga: Ogoh-Ogoh KALA SUNGSANG; Werdhi Guna: Simbol Kedamaian dan Keseimbangan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *