KawanJariNews.com – BEKASI – Banjir akibat luapan Kali Bekasi merendam wilayah Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, pada Kamis 23 April 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari 1,5 meter dan berdampak pada sedikitnya 150 kepala keluarga.
Berdasarkan keterangan warga setempat, genangan air di sejumlah titik bahkan mencapai lebih dari dua meter, setinggi pinggang hingga dada orang dewasa. Banjir ini dipicu oleh meningkatnya debit air kiriman dari wilayah hulu, khususnya dari arah Bogor, yang menyebabkan Kali Bekasi meluap ke permukiman warga.
Seorang warga menyebutkan bahwa peristiwa ini bukan pertama kali terjadi. Dalam kurun waktu satu pekan terakhir, banjir serupa dilaporkan telah terjadi hingga lima kali di wilayah tersebut.
“Dalam seminggu ini sudah beberapa kali banjir. Air datang dari hulu dan cepat sekali naik,” ujar seorang warga di lokasi.
Dampak banjir dirasakan oleh sekitar 150 kepala keluarga atau diperkirakan 600 hingga 750 jiwa. Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, termasuk musala setempat yang dijadikan lokasi penampungan sementara bagi warga dari RT 6 dan RT 7.
Sementara itu, sebagian warga lainnya bertahan di lantai dua rumah masing-masing sambil menunggu kondisi air surut. Kondisi ini menyebabkan aktivitas warga terganggu, termasuk akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih dan pangan.
Selain itu, sejumlah usaha kecil milik warga dilaporkan tidak beroperasi akibat terendam banjir. Kerugian material juga dialami warga, mulai dari perabotan rumah tangga hingga peralatan elektronik yang rusak akibat terendam air.
Warga menyebutkan bahwa banjir di kawasan Teluk Pucung merupakan kejadian yang berulang sejak lama. Kondisi ini diduga berkaitan dengan belum optimalnya infrastruktur pengendalian banjir, termasuk tanggul di sepanjang aliran Kali Bekasi.
Selain itu, faktor lain seperti tingginya debit air kiriman dari wilayah hulu, pendangkalan sungai, serta kapasitas aliran yang terbatas juga dinilai turut memengaruhi terjadinya banjir.
Hingga saat ini, belum terdapat keterangan resmi dari pemerintah daerah terkait langkah penanganan maupun bantuan yang telah disalurkan kepada warga terdampak.
Warga berharap adanya penanganan yang lebih komprehensif, termasuk perbaikan infrastruktur pengendali banjir serta peningkatan koordinasi antarwilayah dalam pengelolaan aliran sungai.
Peristiwa banjir ini kembali menjadi perhatian terkait pengelolaan wilayah rawan banjir di Kota Bekasi. Diperlukan langkah penanganan yang berkelanjutan guna meminimalkan dampak banjir yang berulang terhadap masyarakat.










