Presiden Prabowo Tekankan Tanggung Jawab Kolektif Kebersihan Lingkungan dalam Rakornas 2026

banner 468x60

KawanJariNews.com – JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya tanggung jawab kolektif dalam menjaga kebersihan lingkungan saat menyampaikan pidato pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah Tahun 2026 yang digelar pada Senin, 2 Februari 2026, dengan melibatkan jajaran kabinet serta kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 dihadiri oleh jajaran Kabinet Merah Putih, para gubernur, bupati, walikota, serta pejabat pemerintah daerah lainnya. Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan bukan semata urusan teknis, melainkan tanggung jawab moral yang harus dimulai dari pimpinan tertinggi pemerintahan.

Presiden secara langsung menginstruksikan para menteri dan pimpinan kementerian/lembaga untuk terlibat secara fisik dalam kegiatan bersih-bersih lingkungan kantor. Ia meminta setiap menteri menyisihkan waktu minimal setengah jam sebelum memulai aktivitas kerja untuk membersihkan area di sekitar tempat kerja masing-masing.

“Jangan siap-siap, tapi siap,” ujar Presiden Prabowo saat memberikan instruksi tersebut. Pernyataan itu disampaikan dalam suasana yang cair dan disambut respons para menteri yang hadir, di antaranya Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Pangan Zulkifli Hasan, dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

Dalam pidatonya, Presiden juga menyoroti persoalan sampah di kawasan strategis, termasuk pantai-pantai di Bali yang menjadi destinasi utama pariwisata nasional. Ia menekankan bahwa kondisi lingkungan yang tidak bersih dapat berdampak langsung pada daya tarik pariwisata dan perekonomian nasional.

Sebagai langkah konkret, Presiden mendorong pelaksanaan gerakan gotong royong berskala besar yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelajar tingkat SD, SMP, dan SMA, hingga aparat pemerintah daerah serta unsur TNI dan Polri. Presiden menilai pemerintah daerah memiliki kapasitas sumber daya manusia yang memadai untuk menggerakkan kegiatan bersih-bersih secara rutin.

Baca Juga  DPP GWI Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Kendaraan Dinas BPK RI ke Sejumlah Lembaga Negara

Dalam kerangka kebijakan nasional, Presiden Prabowo menyatakan komitmen pemerintah untuk menyatakan perang terhadap sampah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rencana peluncuran Gerakan Indonesia Asri, yang merupakan singkatan dari Aman, Sehat, Resik, dan Indah. Istilah “Resik” didefinisikan mencakup kebersihan fisik, ketertiban, kedisiplinan sosial, serta keberlanjutan sistem pengelolaan limbah.

Gerakan tersebut dirancang untuk terintegrasi dengan kebijakan pembangunan dan penganggaran, sehingga indikator kebersihan dan estetika wilayah menjadi bagian dari pertimbangan dalam penyaluran dana APBN dan APBD.

Selain itu, Presiden juga menyampaikan gagasan program “Gentengisasi”, yaitu penggantian atap seng dengan genteng tanah liat modern yang diproduksi secara lokal. Program ini direncanakan menggunakan bahan campuran tanah dan limbah batubara (fly ash) yang telah diteliti sebagai material ringan dan tahan lama. Pelaksanaannya akan melibatkan koperasi Merah Putih dan pabrik genteng skala menengah, dengan tujuan mendorong industri lokal, penciptaan lapangan kerja, serta pemanfaatan limbah bernilai ekonomi.

Menutup pidatonya, Presiden Prabowo menyerukan kepada para kepala daerah untuk menunjukkan kepemimpinan melalui tindakan nyata dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan indah di wilayah masing-masing. Rakornas 2026 disebut menjadi momentum penegasan arah kebijakan pemerintahan yang menempatkan kebersihan, keindahan, dan kesehatan lingkungan sebagai bagian dari indikator kinerja pelayanan publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *